imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Menurut keyakinan gua, ada beberapa alasan yg bs dibilang narasi dibalik ekspektasi kenaikan harga saham $KRAS belakang ini. Walaupun KRAS ini termasuk BUMN yg was-was kalo lama2 dipegang karena riwayat GCG yg tergolong buruk.

Korupsi yg massif, proyek mangkrak lah, "salah strategi" lah sampe beban utang yg gila bangett gedee 2,2 mliar dolar atau setara 35 triliun! Padahal KRAS ini 1 1 nya emiten BUMN yg pegang hulu ke hilir perbajaan, kok bs remuk?

Tapi sejauh ini terlebih sejak di bawah naungan Danantara kayaknya udah ada niatan baik perusahaan buat turnaround. Misalnya dari berhasil mencetak laba kuartal III tahun 2025 sebesar US$ 22,1 juta atau setara dengan Rp 367,8 miliar setelah bertahun2 rugi, kolaborasi industri baja global (Nippon Steel dan Posco), percepatan restrukturisasi operasional dan utang, serta peluang peningkatan permintaan baja dari proyek hilirisasi industri nasional atau PSN (via Danantara).

Kalo dibikin urutan dibalik ekspetasi kenaikan harga saham KRAS kira2 gini:

1. Resmi jalanin Proyek Pipa Transmisi Gas Dumai–Sei Mangkei (Dusem)
Proyek yg bagian dari PSN. Tanda tangan kontrak tgl 6 Jan 2026, barang konsorsium kontraktor besar seperti WIKA–Nindya Karya dan Rabana-Abipraya-SBS Singgar. Proyek Pipa Gas Dumai–Sei Mangkei 80.000 ton pipa atau sepanjang ±541 km yg waktu pelaksanaanya dari 2026–2027

2. Suntikan modal & restrukturisasi dari Danantara
KRAS mengajukan dukungan dana ±USD 500 juta (±Rp 8,3 triliun) tapi baru dikasih "pinjem" ±Rp 4,9 triliun melalui shareholder loan buat modal kerja produksi baja, restrukturisasi utang dan program efisiensi (termasuk pensiun dini). Shareholde loan itu kayak obat penahan nyeri pas sakit, yg bikin sembuh balik g ke orangny, gaya hidup, pola makan, rutinitas sehari2nya.

3. Perbaikan laporan keuangan
Ini salah satu bagian pentingnya narasi turnaround. KRAS mencatat laba periode berjalankuartal III tahun 2025 sebesar US$ 22,1 juta atau setara dengan Rp 367,8 miliar. Kinerja keuangan KRAS berbalik untung usai mencatat rugi di kuartal III tahun 2024 sebesar US$ 185,2 juta. Laba ini bukan murni dari operasi inti, tapi dari percepatan restrukturisasi, diskon (keringanan) pelunasan kewajiban dan efisiensi operasional.

4. MoU proyek & persiapan investasi jangka panjang
Sejauh ini MoU masih sebatas "omon2", blm ada final invesment decision, blm ada groundbreaking atau penunjukan resminya. Diantaranya:

- MoU dan kerjasama Delong Steel dalam rangka mempersiapkan bangun Pabrik Baja Terpadu di lahan ±500 hektar di Cilegon, untuk investasi menghasilkan produk baja yg lebih ramah lingkungan (green steel). Di rencanakan kapasitas pabrik ±3 juta ton baja per tahun.

- MoU & kerja sama Xiamen ITG Group (China) dan PT Dexin Steel Indonesia di forum BRICS untuk suplai slab, Hot Rolled Coil (HRC), dan proyek baja lainnya senilai miliaran USD.

- MoU & kerjasama dgn LFM Energy Sdn Bhd masuk ke proyek deep sea pipeline di Indonesia untuk meningkatkan produksi thermal insulation dan custom coating.

5. Ekspor
- Menjalin kemitraan dengan Tatarstan Trade House di Rusia dan berhasil mengekspor 2.400 ton baja ke Polandi. Kemudian pada pertengahan Juli 2025, lewat anak usahanya, PT Krakatau Baja Industri dan PT Tata Metal Lestari, kembali akan mengekspor 10.000 ton baja ke Amerika Serikat. Untuk kurangi ketergantungan pasar domestik.

Kesimpulan akhirnya kalo mau jujur sih yg bikin kenaikan KRAS itu narasi proyek PSN, bekingan Danantara dan restrukturisasi. Karena yg namanya rencana ini, itu, masih sasangat abu2 realisasinya.

Tapi ini tulisan iseng2 aja ga pake teknik2an, bukan info A1, apalagi info orang dalem. Cuma bikin conviction aja.

DYOR. Bukan ajakan beli-jual saham.
$ISSP $BAJA

Read more...

1/4

testestestes
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy