ada yang minta bahas tuntas soal komoditas apa saja yang bakal di-hilirisasi oleh pemerintah, ya sudah, mumpung saya lagi gabut, kita bahas sekalian semuanya tanpa ada yang kelewat.
Ingat, pemerintah kita sudah bikin peta jalan (roadmap) investasi strategis sampai tahun 2040. Fokusnya nggak cuma nikel lagi, tapi sudah melebar ke 28 komoditas yang terbagi dalam 8 sektor utama. Ini bukan main-main, target investasinya mencapai ratusan miliar dolar!
Bedah Tuntas 28 Komoditas Hilirisasi (8 Sektor Utama)
Berikut adalah daftar lengkapnya sesuai dengan arahan Presiden dan Kementerian Investasi/BKPM terbaru:
1. Sektor Mineral (Raja Nilai Tambah)
Sektor ini yang paling "berisik" dan sudah lari duluan. Fokusnya adalah mengubah batu jadi komponen industri canggih.
Nikel: Targetnya jadi baterai kendaraan listrik (EV).
Timah: Diolah jadi tin solder dan tin chemical.
Tembaga: Hilirisasinya ke arah kabel, pipa, hingga foil tembaga.
Bauksit: Diolah jadi alumina lalu menjadi aluminium (bahan bodi pesawat/mobil).
Besi Baja: Fokus ke baja khusus untuk konstruksi dan otomotif.
Emas & Perak: Pemurnian dalam negeri (Bullion Bank).
Aspal Buton: Biar kita nggak impor aspal mulu dari luar negeri.
Mangan: Bahan baku baterai dan industri baja.
Kobal: Komponen krusial baterai lithium.
Logam Tanah Jarang (LTJ): Bahan baku magnet super untuk teknologi tinggi.
2. Sektor Batu Bara
Bukan cuma dibakar buat PLTU, tapi diubah jadi produk kimia.
Batu Bara: Program gasifikasi jadi DME (pengganti LPG) dan metanol.
3. Sektor Minyak Bumi
Minyak Bumi: Pembangunan kilang baru agar bensin kita nggak tergantung impor.
4. Sektor Gas Bumi
Gas Bumi: Diolah jadi amonia, pupuk, dan metanol untuk industri kimia.
5. Sektor Perkebunan
Ini yang menyentuh rakyat banyak, tujuannya agar harga di tingkat petani nggak gampang goyang.
Sawit (CPO): Jadi kosmetik, makanan, hingga bahan kimia industri.
Kelapa: Hilirisasi jadi santan, coconut milk, hingga Virgin Coconut Oil (VCO).
Karet: Jadi ban, alat kesehatan, hingga campuran aspal.
Kakao: Diolah jadi cokelat jadi (bukan cuma jual biji).
Pala: Diambil minyak atsiri dan turunannya buat farmasi.
6. Sektor Kehutanan
Kayu Log: Jadi mebel kualitas ekspor dan panel kayu.
Getah Pinus: Diolah jadi gondorukem dan terpentin (bahan cat/parfum).
7. Sektor Kelautan & Perikanan
Hilirisasi sektor biru ini potensinya gila-gilaan, Mas.
Udang: Pengolahan makanan beku dan siap saji.
Ikan (Tuna, Cakalang, Tongkol): Pengalengan dan produk olahan.
Rajungan: Ekspor daging rajungan olahan (nilai tambahnya tinggi!).
Rumput Laut: Jadi agar-agar, karagenan, hingga pupuk cair.
Tilapia: Fokus ke fillet ikan kualitas premium.
Garam: Hilirisasi jadi garam industri (biar pabrik kita nggak impor garam lagi).
8. Sektor Energi Baru Terbarukan (EBT)
Biofuel: Pengolahan sawit dkk jadi B35, B40, hingga Bioavtur (bahan bakar pesawat).
Kenapa Harus Ribet Begini?
Logikanya simpel: Kalau kita cuma jual tanah dan air (barang mentah), yang kaya itu negara yang punya pabriknya. Dengan hilirisasi, pabriknya ada di sini, pajaknya masuk ke kita, dan yang paling penting: lapangan kerja buat anak cucu kita terbuka lebar.
Tapi ya ingat, ini proses panjang. Ora iso instan. Butuh konsistensi kebijakan dan kepastian hukum biar investor nggak lari. Kalau kita konsisten, Indonesia emas 2045 itu bukan cuma mimpi di siang bolong.
pantau terus perkembangan sektor-sektor ini. Siapa tahu ada peluang bisnis atau investasi saham di perusahaan yang beneran jalanin hilirisasi ini, bukan cuma yang jago jualan narasi. Paham, toh?
informasi didapat dari berita berikut:
1. https://cutt.ly/UtjFlAOv
2. https://cutt.ly/3tjFlFtV
3. https://cutt.ly/StjFlAEK
4. https://cutt.ly/EtjFlDTz
5. https://cutt.ly/wtjFlDum
random tag:$SOCI $NSSS $ADRO