Pertanyaan yang paling sering masuk ke DM saya,
“Kak, 12–14 jam sehari ngapain aja? Bukannya bursa cuma jam 9–4 sore?”
Jawaban saya akan selalu sama.
Jam 9–4 itu waktu ujian.
Memangnya sebelum ujian kita nggak belajar? nasib sy tdk sebaik fuji yg gerak 3detik bisa jadi duit. jika sy ingin mendapatkan nilai ujian diatas 90 waktu jaman sekolah sy perlu bayar harga dgn begadang beberapa hari sebelum ujian .
itu takdir sy dan sy sudah berdamai.
Di luar jam bursa, saya:
baca dan evaluasi invoice/tagihan dari sekuritas yang tiap malam dikirim satu per satu,
review transaksi harian,
menyiapkan skenario untuk hari berikutnya,
memastikan semua harga emiten yang saya pantau (±36 emiten) sudah di luar kepala.
Tujuannya satu:
supaya saat jam bursa, eksekusi fast trade 4–8 detik buy–sell bisa dilakukan tanpa ragu, tanpa PR, tanpa drama.
ada yg tanya utk tahu saham yg akan wuut wuut wuut gmn ka. justru krn sy tidak tahu makanya sy dijam bursa standbay nonstop NO TELP NO WA NO DUNIA dan hanya ada BURSA dan angka2 drunning trade.
Selama 6 bulan ini, pernah kepikiran menyerah?
Alhamdulillah, tidak.
Setiap kali berada di titik jenuh, saya hanya perlu melihat:
gain yang sudah berhasil di-TP dan diamankan Ke bank lain.
dan energi itu selalu kembali pulih.
Logikanya sederhana saja:
di mana lagi ada “pekerjaan”
baru 6 bulan dijalani,
tapi bisa menghasilkan >600 juta dari Livin modal disupport trade limit
dan >37 juta dari account simulasi? modal murni sy titilkan dr cuan di livin.
Kalau pun capek, itu capek yang masuk akal.
Karena yang dikejar bukan cuma cuan hari ini,
tapi kesiapan, konsistensi, dan ketenangan jangka panjang.
$PIPA
$KPIG
$BUMI
1/2

