imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Kantor Pusat TLKM vs EXCL vs ISAT

Lanjutan dari postingan sebelumnya di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Banyak investor yang tidak tahu kalau kantor pusat Telkom $TLKM itu justru bukan di Jakarta tapi di Bandung. Ini bukan sekadar trivia alamat, karena alamat kantor pusat biasanya ngasih petunjuk soal DNA perusahaan, cara ambil keputusan, dan seberapa dekat mereka dengan pusat regulasi, pusat bisnis, dan pusat eksekusi. Telkom itu contoh paling jelas bahwa pusat komando legal bisa beda dengan pusat manuver operasional, dan investor yang mengira semua keputusan lahir dari Jakarta sering salah membaca ritme grupnya. Sementara itu $ISAT dan XLSMART $EXCL justru menancapkan kantor pusatnya di jantung Jakarta, seolah bilang sejak awal bahwa medan tempurnya ya harus dekat regulator, mitra korporasi, dan deal flow. Jadi kalau investor mau memahami peta persaingan telko, mulai dari alamat pun sudah kelihatan siapa yang mainnya model kerajaan nasional, siapa yang mainnya model korporasi metropolitan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

ISAT berkantor pusat di Jalan Medan Merdeka Barat No. 21, Jakarta 10110, dan itu lokasinya benar-benar di pusat administrasi negara, dekat simpul regulasi dan kebijakan. Menariknya lagi, ISAT juga punya lima kantor regional di Jakarta, Semarang, Surabaya, Medan, dan Balikpapan, yang memberi sinyal pola operasi yang memang dibentuk untuk merawat coverage nasional lewat komando pusat yang kuat dan satelit eksekusi di kota-kota besar.

XLSMART berkantor pusat di XL SMART Tower, Jl. H.R. Rasuna Said X-5 Kav. 11-12, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan 12950, yang secara karakter terasa sangat korporat dan sangat dekat dengan ekosistem bisnis Jakarta Selatan, tempat vendor, bank, investor institusi, dan mitra enterprise sering beredar.

Lalu Telkom berdomisili dan berkantor pusat resmi di Jalan Japati No. 1, Bandung, dan ini langsung bikin kontras karena pusat legalnya bukan di pusat bisnis nasional, melainkan di kota yang historis dan memang identik dengan akar kelembagaan Telkom.

Kontras ini makin masuk akal kalau melihat sejarah Telkom yang memang lahir dari layanan pos dan telegraf era Hindia Belanda sejak 1884, lalu berubah menjadi Persero pada 1991, dan akhirnya IPO pada 14 November 1995. Artinya Telkom tumbuh seperti institusi negara yang berevolusi menjadi korporasi publik, bukan start-up yang lahir di gedung perkantoran Kuningan lalu ngebut cari skala. Tujuan formalnya tetap klasik tapi besar, menyelenggarakan jaringan dan jasa telekomunikasi serta informatika, mengoptimalkan sumber daya untuk kualitas dan daya saing, lalu mengejar keuntungan untuk meningkatkan nilai perusahaan dengan prinsip perseroan terbatas. Jadi wajar kalau Bandung menjadi takhta resminya, karena Bandung itu bukan sekadar kota, tapi simbol pusat administrasi internal yang panjang, stabil, dan cenderung terstruktur.

Namun yang sering bikin investor salah paham adalah fakta bahwa Telkom tetap punya pusat operasional yang sangat aktif di Jakarta, salah satunya lewat Telkom Hub, khususnya Telkom Landmark Tower. Bahkan ada entitas anak PT Telkom Landmark Tower yang mengelola properti itu dengan kepemilikan 55%, dan aktivitas formal manajemen juga sering tercermin dari dokumen yang ditandatangani di Jakarta.

Jadi bagi TLKM, Bandung itu pusat legal dan pusat identitas, Jakarta itu pusat eksekusi, negosiasi, dan koordinasi bisnis modern. Ini mirip perusahaan besar yang punya kantor pusat resmi di kampung halaman pendiri, tapi ruang rapat terpentingnya justru ada di pusat perdagangan.

Kalau masuk ke angka skala geografis, Telkom itu sebenarnya masih sangat Indonesia sentris walau punya jejak internasional yang nyata. Revenue TLKM dari Indonesia di Q3 2025 sekitar Rp102.523 miliar atau kira-kira Rp102,52 triliun, sedangkan dari luar negeri Rp7.094 miliar atau kira-kira Rp7,09 triliun. Dengan kata lain, mesin uangnya tetap di dalam negeri, dan kontribusi overseas itu lebih terlihat sebagai penguat jaringan, hub internasional, dan positioning regional ketimbang sumber utama laba. Ini juga selaras dengan angka aset operasional non-lancar, sekitar Rp183,435 miliar atau Rp183,44 triliun berada di Indonesia, sementara di luar negeri sekitar Rp2,790 miliar atau Rp2,79 triliun, jadi tulang punggung fisik dan takberwujudnya memang menancap di pasar domestik. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Sementara Telkom punya entitas dan operasi di Singapura, Hong Kong, Timor Leste, Australia, Malaysia, sampai Amerika Serikat, pola ini lebih terasa seperti akar gantung yang memperluas jangkauan daripada memindahkan batang utama keluar negeri. Investor bisa membacanya sebagai strategi menjaga jalur trafik, data center, konektivitas internasional, dan kanal korporasi lintas negara, tetapi tetap dengan satu realitas tegas, mayoritas uangnya lahir dari Indonesia dan mayoritas aset produktifnya juga tertanam di Indonesia.

Dari sudut pandang tren, ini menjelaskan kenapa Telkom bisa kelihatan seperti dua wajah sekaligus, institusi besar yang pusat legalnya di Bandung, tapi pusat manuvernya di Jakarta dan jaringannya menjalar ke luar negeri. Sebaliknya, ISAT dan XLSMART lebih linear, kantor pusat di Jakarta, medan tempur di Jakarta, dan citra korporasinya juga dibuat untuk dekat dengan pusat keputusan pasar dan regulator, sehingga investor yang hanya melihat alamat saja sebenarnya sudah bisa menangkap perbedaan gaya perang mereka.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy