Mengutip data statistik BEI, Sabtu (10/1/2026), berikut adalah deretan saham top gainers pekan ini 5-9 Januari 2026:
1. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) melesat 119,57 persen ke Rp202.
2. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) melejit 106,70 persen ke Rp4.010.
3. PT Ifishdeco Tbk (IFSH) menguat 106,13 persen ke Rp1.680.
4. PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI) menanjak 97,67 persen ke Rp170.
5. PT Satria Mega Kencana Tbk ($SOTS) melonjak 81,69 persen ke Rp2.580.
6. PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) melambung 72,16 persen ke Rp1.515.
7. PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) tumbuh 70,99 persen ke Rp448.
8. PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) naik 70,19 persen ke Rp354.
9. PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) meningkat 68,57 persen ke Rp590.
10. PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) menjulang 64,71 persen ke Rp252.
Nah,,,, Kira-kira sentimen apa yang membuat 10 emiten ini meningkat lumayan tajam dalam sepekan ini? SentimenX merangkumnya sebagai berikut berdasarkan sentimen-sentimen dan bandarmologynya
1. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI)
Sentimen: Sebagai top gainer nomor satu, BIPI terdorong oleh sentimen sektor energi dan infrastruktur tambang. Kabar mengenai peningkatan kontrak jasa pertambangan dan membaiknya arus kas perusahaan menjadi pemicu utama.
Bandarmologi: Terjadi akumulasi masif yang terlihat dari volume transaksi yang melonjak drastis dibanding rata-rata harian biasanya.
2. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)
Sentimen: Ini adalah emiten yang baru IPO pada Desember 2025. Kenaikannya sangat fenomenal karena lepasnya status Full Call Auction (FCA) pada 8 Januari 2026. Investor sangat optimis dengan target laba Rp40 miliar di 2026 dan rencana ekspansi produk sarang burung walet ke pasar Amerika Serikat dan Vietnam.
Bandarmologi: Saham ini mencetak rekor ARA (Auto Reject Atas) belasan kali berturut-turut karena jumlah saham yang beredar di publik (free float) relatif kecil sehingga mudah dikendalikan pasar.
3. PT Ifishdeco Tbk (IFSH)
Sentimen: Terdorong oleh kenaikan harga nikel global di awal tahun 2026. Sebagai produsen bijih nikel, IFSH mendapatkan sentimen positif dari laporan peningkatan cadangan tambang dan permintaan dari industri baterai kendaraan listrik.
4. PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI)
Sentimen: Sektor properti sedang "manggung" di awal 2026. KOCI sebagai pengembang rumah subsidi mendapat sentimen positif dari kebijakan pemerintah terkait keberlanjutan kuota FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) yang baru dirilis awal Januari.
5. PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)
Sentimen: Bergerak di sektor pariwisata dan hotel, SOTS naik karena pemulihan tingkat hunian hotel di awal tahun. Selain itu, ada spekulasi mengenai perubahan pengendali atau masuknya investor strategis baru.
6. PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) & PT Bank Artha Graha (INPC)
Sentimen: Kedua bank ini naik bersamaan karena sentimen konsolidasi perbankan dan digitalisasi. INPC sendiri mencatat kenaikan kinerja pada Q3 2025 yang baru sepenuhnya diapresiasi pasar di awal tahun ini.
Bandarmologi: Sering kali saham bank lapis kedua (second liner) ditarik naik saat bank-bank besar (Big Caps) sudah jenuh beli, sebagai alternatif investasi bagi "paus" pasar.
7. PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) & PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA)
Sentimen: Sama seperti KOCI, keduanya diuntungkan oleh rebound sektor properti dan kawasan industri. KIJA secara spesifik diuntungkan oleh masuknya investasi asing (FDI) ke kawasan industri mereka yang diumumkan pada akhir Desember.
8. PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP)
Sentimen: MKAP yang bergerak di jasa penunjang migas mendapatkan sentimen dari stabilitas harga minyak dan proyek-proyek baru di awal tahun anggaran 2026.
$CPRO $LPKR
