Mr.Perfect Vs Mr.Average

Mr. Perfect
Semua manusia menyukai kesempurnaan, berharap semua di hidupnya serba “sempurna”. Dari fisiknya, pasangan hidupnya, pekerjaannya, sampai aktivitas yang dilakukannya di market.

Padahal kita harus memahami ada beberapa hal yang tidak bisa kita kendalikan dan market merupakan tempat yang bergerak dengan acak.

Mr. Average
Dia menjadi orang yang memahami bahwa kesempurnaan itu semu adanya dan kita tidak bisa berharap semua serba sempurna.

Meskipun bagi sebagian orang terlihat “bodoh”, namun kesederhanaan dan keyakinan hidup yang dimilikinya selalu membawanya pada peluang dan keberuntungan tanpa batas.

Mr Perfect:
• Ingin entry paling bawah
• Dan exit di paling atas
• Konfirmasi harus lengkap + Feeling + Wangsit dari Gunung Kawi
• Punya obsesi untuk timing the market

Akhirnya?
➡️ Nonton chart.
➡️ Miss peluang.
➡️ Market udah rally duluan.

Mr Average:
• Entry cukup masuk akal, bertahap
• Target realistis
• Konsisten pakai risk management
• Nggak selalu cuan gede.
Tapi masih hidup. Bertahan. Bertumbuh.

Di market,
❌ yang mati itu bukan yang salah
☠️ tapi yang terlalu pengen sempurna.

Average is underrated. Survive > Perfect.

Kalau tulisan ini terasa relevan, simpan saja sebagai pengingat.

Di market, sering kali yang kita lawan bukan chart—tapi psikologi diri sendiri...

$CDIA $BRIS $BMRI

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy