imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$INPS Perusahaan Swasta Rasa BUMN

Request member External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

INPS ini memang bukan BUMN tapi kalau lihat gelagatnya malah lebih BUMN dari BUMN. Bukan karena kepemilikannya, tapi karena darah yang mengalir di bisnisnya itu darah BUMN, sumber barangnya BUMN, aliran uangnya lewat BUMN, dan kalau salah langkah ada bayangan risiko hukum yang nuansanya beda dibanding bisnis swasta biasa. Banyak emiten swasta bisa ganti pemasok, ganti bank, ganti kontrak, lalu hidup lagi. INPS tidak punya kemewahan itu, karena model bisnisnya seperti bergantung pada satu jantung, dan jantung itu namanya Pertamina. Jadi kalau investor menilai INPS pakai kacamata emiten logistik biasa, investor bakal salah fokus, karena INPS ini lebih mirip operator yang harus menjaga hubungan dengan negara seperti menjaga izin hidup. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari data yang ada, ekosistem bisnis INPS memang berwarna BUMN. INPS mengakui principal tunggal untuk BBM, elpiji, dan pelumasnya adalah Pertamina, dan ketergantungannya disebut mencapai 60% sampai 70% dari total pendapatan. Jadi kalau hubungan itu terganggu, operasional bisa berhenti, bukan sekadar turun margin.

Di sisi perbankan, Bank Mandiri $BMRI berperan sebagai banker utama, penyimpan kas utama, sekaligus pemberi fasilitas kredit modal kerja terbesar, bahkan operasional perbankan grup disebut hampir seluruhnya melalui rekening cabang Bank Mandiri. Polanya jadi terasa seperti perusahaan swasta yang hidup di jalur pipa BUMN, satu sisi pipa suplai energi, sisi lain pipa transaksi dan kredit, sehingga prioritas utama manajemen secara naluriah adalah menjaga pipa itu tetap lancar.

Bagian yang bikin cerita ini terasa seperti skenario yang sangat rasional, bahkan kalau terdengar sinis, adalah episode takeover tahun 2016. Di sana terlihat bagaimana risiko bisa dipindahkan dari BUMN ke swasta dengan cara yang rapi. $BBCA Syariah sebagai bank swasta memberikan fasilitas pembiayaan yang secara spesifik ditujukan untuk mengambil alih sisa utang angsuran di Bank Mandiri. Dampaknya jelas, Bank Mandiri menerima pelunasan penuh saat itu juga, posisi Bank Mandiri aman, sedangkan risiko gagal bayar masa depan pindah ke BCA Syariah. Lalu pada 2023, yang akhirnya mengikhlaskan utang adalah BCA Syariah, pokok Rp16,64 miliar dan bunga atau margin Rp27,90 miliar, total Rp44,54 miliar. Secara angka, ini terlihat seperti pengorbanan kreditur swasta, tapi secara struktur, ini juga terlihat seperti upaya mengunci supaya ekosistem BUMN tidak menjadi pihak yang menanggung luka paling dalam. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Di titik ini, argumen tentang risiko merugikan negara menjadi terasa logis kalau investor melihat syarat formal di Anggaran Dasar INPS. Di dalam Anggaran Dasar, ada ketentuan bahwa seseorang dilarang menjadi Direktur atau Komisaris jika dalam 5 tahun sebelumnya pernah dihukum karena tindak pidana yang merugikan keuangan negara. Ketentuan seperti ini membuat manajemen secara rasional akan sangat alergi pada skenario yang bisa ditafsirkan sebagai merugikan BUMN, karena BUMN bisa membawa konsekuensi sosial, administratif, dan hukum yang lebih berat daripada sekadar sengketa perdata biasa.

Di dalam logika ini, gagal bayar ke Bank Mandiri berpotensi memunculkan framing merugikan keuangan negara, sedangkan restrukturisasi atau penghapusan utang dengan bank swasta lebih mudah diposisikan sebagai risiko bisnis dan negosiasi perdata. Ini bukan soal baik atau buruk, ini soal insentif. Investor yang paham insentif biasanya lebih cepat mengerti kenapa sebuah perusahaan memilih menyelamatkan jalur tertentu terlebih dahulu. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Yang menarik, saat kondisi perusahaan memburuk, pola bantuan yang muncul lagi-lagi bernuansa BUMN. Ketika INPS sudah berada pada titik defisiensi modal Rp29,87 miliar dan defisit akumulasi Rp212,45 miliar, ada restrukturisasi dari PT Perusahaan Pengelola Aset atau PPA, yang juga entitas BUMN, termasuk skema Tranche II atas utang denda yang bisa dihapus jika perusahaan patuh membayar pokok utang sesuai ketentuan. Secara psikologis, ini menguatkan kesan bahwa ketika perusahaan berada di tepi jurang, jalur yang dicari untuk menahan jatuhnya justru jalur institusional, bukan sekadar cari kreditur swasta baru. Ini membuat INPS terlihat seperti perusahaan yang hidup di orbit negara, walaupun bukan milik negara.

Jadi jelas ada ketergantungan pendapatan 60% sampai 70% ke Pertamina. Ada Bank Mandiri sebagai pusat kas dan kredit modal kerja. Ada takeover yang mengalihkan eksposur dari Mandiri ke BCA Syariah, lalu terjadi penghapusan utang total Rp44,54 miliar pada 2023 yang membuat kreditur swasta menjadi pihak yang menelan pil pahit. Ada pula kondisi neraca yang berat, defisiensi modal Rp29,87 miliar dan defisit Rp212,45 miliar, yang membuat kebutuhan restrukturisasi bukan pilihan, tapi kebutuhan. Dalam situasi seperti ini, manajemen biasanya berpikir seperti operator utilitas, bukan seperti pedagang biasa. Prioritasnya adalah menjaga aliran, menjaga lisensi sosial, menjaga hubungan institusional, baru setelah itu bicara ekspansi. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Jadi ketika dikatakan bahwa INPS lebih BUMN dari BUMN, itu sebenarnya komentar tentang struktur ketergantungan dan struktur risiko, bukan komentar tentang status kepemilikan. Perusahaan ini seperti bisnis swasta yang menjalankan tugas vital di lapangan, tapi berada di koridor yang membuat ruang manuvernya diatur oleh dua hal yang sangat BUMN, sumber energi dan sumber kredit. Dalam koridor seperti ini, keputusan paling rasional adalah melindungi pihak yang kalau sampai rugi bisa membawa dampak jauh lebih berat, dan jika harus ada pihak yang berkorban, biasanya yang dipilih adalah pihak swasta yang konsekuensi hukumnya lebih masuk ranah perdata. Investor boleh tidak suka, tapi sebagai analisis insentif, polanya nyambung dan konsisten dengan data yang investor pegang.

Pertanyaan utamanya adalah kok bisa BUMN bahu membahu mencoba menyelamatkan INPS? 馃
Ada apa di INPS sehingga BUMN seperti Pertamina, Bank Mandiri hingga PPA coba membantu INPS? 馃

Apakah ada bakwan di balik udang? 馃槍

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes
2013-2026 Stockbit 路AboutContactHelpHouse RulesTermsPrivacy