Petaka market itu datang kepada orang-orang yang serakah dan tidak tahu diri. tidak perlu jauh jauh nyari kambing hitam kalau portofoliomu merah membara, coba cek dulu hatimu, apa isinya cuma pengen cuan tanpa mau tahu risikonya?
Kenapa saya bilang begitu? Di market, orang serakah itu biasanya punya ciri-ciri yang seragam:
Hajar Kanan Tanpa Analisa: Lihat saham lagi terbang tinggi, langsung panik takut ketinggalan (FOMO). Padahal itu harganya sudah di pucuk, eh malah ditambah muatan pakai uang panas atau bahkan utang. Itu namanya bukan investasi, tapi setor nyawa ke bandar
Tidak Tahu Diri Soal Kapasitas: Modal pas-pasan, tapi gayanya pengen kayak whale. Masuk ke saham-saham gorengan yang volatilitasnya gila-gilaan tanpa punya strategi exit yang jelas. Begitu harganya dibanting, baru bingung mau cut loss atau doa bersama.
Lupa Injek Rem: Sudah cuan 20-30%, tapi bukannya bungkus sebagian keuntungan, malah nunggu "ke bulan". Pas harganya balik lagi ke harga modal atau malah minus, baru menyesal. Itu tandanya kamu nggak tahu kapan harus berhenti dan bersyukur.
market itu punya cara sendiri buat menyeleksi siapa yang layak bertahan. Mereka yang rendah hati, mau terus belajar, dan disiplin jaga modal, itulah yang bakal menang. Sedangkan mereka yang merasa paling pintar dan dikuasai nafsu serakah, ya siap-siap saja jadi tumbal.
Jadilah investor yang punya kendali diri. Pasar itu kejam buat orang yang meremehkan risiko, tapi bakal sangat loyal buat mereka yang tahu batas kemampuannya. Paham, toh?
random tag: $BBRM $SOCI $BULL