Akankah Setelah Booming Saham Properti, Saham Perbankan dan Jasa Pinjaman Akan Naik?
Setelah saham sektor properti mengalami fase booming, muncul pertanyaan besar di kalangan investor: apakah sektor perbankan dan jasa pinjaman akan menyusul naik? Secara logika ekonomi, properti dan perbankan memiliki hubungan yang sangat erat. Kenaikan penjualan properti hampir selalu dibarengi dengan peningkatan kredit, terutama KPR dan pembiayaan konstruksi. Namun, yang menarik, di pasar saham justru sektor keuangan sering terlihat masih tertekan ketika properti sudah lebih dulu bergerak naik.
Tekanan pada saham perbankan dan jasa pinjaman biasanya bukan tanpa alasan. Di fase awal pemulihan ekonomi, investor cenderung berspekulasi pada sektor yang paling cepat merespons stimulus, seperti properti. Sementara itu, perbankan masih dibayangi kekhawatiran terhadap kualitas kredit, risiko NPL, margin bunga yang tertekan, serta ketidakpastian arah suku bunga. Akibatnya, meskipun aktivitas ekonomi mulai bergerak, saham sektor keuangan belum langsung mencerminkan perbaikan tersebut.
Namun secara siklus, kondisi “tertekan” ini justru sering menjadi fase akumulasi. Ketika pertumbuhan kredit mulai tercermin nyata dalam laporan keuangan dan risiko kredit mulai stabil, pasar biasanya akan melakukan re-rating terhadap saham perbankan dan jasa pinjaman. Di titik ini, sektor keuangan sering berperan sebagai laggard yang menyusul naik setelah sektor properti lebih dulu memimpin. Artinya, tekanan harga bukan selalu pertanda sektor tersebut lemah, melainkan bisa jadi sedang menunggu katalis yang tepat.
Ke depan, kunci pergerakan saham perbankan dan jasa pinjaman terletak pada keberlanjutan permintaan kredit, stabilitas suku bunga, serta kepercayaan pasar terhadap kualitas aset. Jika booming properti benar-benar diikuti oleh penyaluran kredit yang sehat dan laba yang konsisten, maka sektor keuangan berpotensi mengalami kenaikan yang lebih terukur namun solid. Dalam konteks ini, investor yang sabar dan fokus pada fundamental sering melihat fase tekanan sebagai peluang, bukan ancaman.
$BBTN $KIJA $BFIN
