$ADRO
Disclaimer!!!, saya tidak pegang barang, hanya sekedar gabut melatih analisa harga wajar ADRO. Bukan ajakan jual beli ataupun pompom.
Sy coba pake pendekatan DCF tapi kita modif dikit pakai asumsi Kiamat Suplai 2026 biar agak relevan sama situasi sekarang. Mengingat rencana mentri esdm membatasi mining. Ingat ini hitungan kasar.
Oke langsung aja kita bedah rumus DCF itu intinya kita mau tahu berapa sih duit tunai yang bakal dihasilkan ADRO dari sekarang sampai kiamat kalau ditarik ke nilai hari ini. Kuncinya ada di Free Cash Flow tahun 2026 yang bakal jadi raksasa gara-gara pemangkasan kuota produksi oleh ESDM.
1. Kita pakai data LK terakhir Q3 yang disetahunkan sebagai base, tapi kita suntik steroid buat 2026.
• Pendapatan (Revenue): Anggap volume turun 10% karena kuota dipotong, TAPI harga jual rata-rata (ASP) kita asumsikan naik 30% karena kelangkaan suplai. Ingat batubara itu inelastis. Jadi Revenue efektif naik sekitar 20%.
• EBITDA Jumbo: ADRO ini termasuk salah satu emiten yg biaya operasionalnya efisien sekali. Kalau Revenue naik 20% karena harga, biaya tambang (stripping ratio, fuel) relatif tetap. Jadi margin EBITDA bisa bengkak ke Rp 45 T
• Capex (Belanja Modal): Kita anggap mereka agak agresif buat proyek aluminium, taruhlah sekitar Rp 10 T
2. Hitungan FCF 2026:
• Operating Cash Flow: Estimasi dari EBITDA dikurangi pajak dan bunga, kita dapat bersih sekitar Rp 35 T.
• FCF : Rp 35 T (Operating Cash) - Rp 10 T (Capex) = Rp 25 T.
3. The Magic of Valuation (DCF Sederhana):
Kita pakai skenario konservatif super malas:
• Growth: Anggap setelah pesta 2026, pertumbuhan cuma 2% per tahun (ngikutin inflasi).
• Discount Rate (WACC): Kita pakai 12% biar aman (karena resiko bisnis batubara tinggi).
• Cash on Hand: Jangan lupa mereka punya cash gunungan sekitar Rp 48 T di brankas (posisi kas Q3 + akumulasi).
Hitungan Kasarnya:
• Value Bisnis Batubara (PV of FCF): Kalau FCF Rp 25 T disetahunkan dengan diskon 12%, nilai bisnis intinya tembus Rp 210 T.
• Ditambah Uang Kas di Bank: Rp 48 T.
• Total Enterprise Value: Rp 210 T + Rp 48 T = Rp 258 Triliun.
4. HARGA WAJAR PER LEMBAR:
Sekarang kita bagi sama jumlah saham beredar yang sekitar 31 Miliar lembar.
• Harga Wajar = Rp 258.000 M / 31 M lembar = Rp 8.300 per saham.
Btw Ini analisa liar pakai asumsi bullish, keputusan jual beli tetap di tangan jari telunjuk masing-masing.
Random tag:
$DADA $BUMI
