Mari kita mulai dari $AMFG PART 1
Secara bisnis, kita bisa lihat revenue Perusahaan terus bertumbuh dari 2008 – 2023 (Gambar 1). Artinya bisnisnya bertumbuh. Dari 2023 – sekarang, revenue Perusahaan turun. Ini karena demand yang terus turun, saingan makin ketat karena mulai masuknya pemain-pemain global di Indonesia

Walau dari revenue Perusahaan terus bertumbuh dari 2008 – 2023, tetapi ini ga sejalan dengan gross profit yang diterima Perusahaan (Gambar 2). Justru Gross profitnya cenderung volatile dan tidak growth seperti revenuenya. Pastinya ini berkaiatan dengan margin Perusahaan.

Sesuai dugaan, Margin Perusahaan terus turun dari 2008 yang bisa capai 27%, terus turun sampai di 2020 Cuma 8% aja lalu naik drastis pada tahun 2021 (Gambar 3), Dimana kita tau di 2021 banyak Perusahaan yang justru marginnya menipis akibat kinerja yang tidak optimal yang disebabkan covid. Untuk tau penyebabnya, kita harus breakdown terkait biaya-biaya yang dikeluarkan Perusahaan untuk membuat produk kacanya.

Setelah kita breakdown dalam beberapa tahun, baru Nampak dengan jelas alasan-alasan naik turunnya margin AMFG. Alasan pertama dan paling utama terdapat pada lingkaran merah (Gambar 4). Biaya energi yang terutama berkaitan dengan harga gas pada tahun 2020 kebelakang memakan lebih dari 20% dari revenue AMFG. Sedangkan di 2021 kedepan, biaya gas tidak lebih dari 16%.

Penurunan harga gas ini karena pada 2020 pemerintah memberikan insentif berupa HGBT (Harga Gas Bumi Tertentu) (Gambar 5) untuk AMFG selama 5 tahun (2020-2024). Biaya gas alam Adalah salah satu biaya besar di industry kaca ini. AMFG mendapatkan insentif ini sehingga harga yang dibayarkan AMFG untuk biaya gas alamnya menjadi sekitar ~6,5$. Sehingga ada penurunan biaya gas yang menjadi game changer di AMFG. Oleh karena itu kalau kita lihat balik di gambar 3, margin AMFG berbalik meningkat signifikan di 2021.

Random Tag
$DADA $BUMI

Read more...

1/5

testestestestes
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy