Konferensi Pers APBN KiTa Januari 2026
(Realisasi APBN Desember 2025)
➖ Pendapatan Negara 12M25 = Rp 2.756,3 triliun, atau 91,7% dari outlook.
Meningkat cukup signifikan dari 11M25 yang baru mencapai Rp 2.351,5 triliun, atau 82,1% dari outlook.
Turun -3,31% yoy dari 12M24 yang sebesar Rp 2.850,6 triliun.
✅ Belanja Negara 12M25 = Rp 3.451,4 triliun, atau 95,3% dari outlook.
Naik +2,73% yoy dari 12M24 yang sebesar Rp 3.359,8 triliun.
Melonjak drastis dari 11M25 yang baru mencapai Rp 2.911,8 triliun, atau 82,5% dari outlook.
❌ Defisit APBN 12M25 mencapai Rp 695,1 triliun, atau 2,92% terhadap PDB.
Melonjak dari 11M25 yang defisitnya baru 560,3 triliun (2,35% terhadap PDB).
Lebih besar dari outlook Rp 662,0 triliun (2,78% terhadap PDB) dan defisit 12M24 yang sebesar Rp 509,2 triliun (2,30% terhadap PDB).
https://cutt.ly/PthBbXbo
Pendapatan negara dikejar hingga bisa terealisasi 90% dari target (outlook) APBN.
Membaik dibandingkan kondisi Q1 sampai Q3 yang mana realisasi penerimaan negara masih sangat lambat.
Begitupun belanja negara juga digenjot hingga di atas 95% dari outlook, bahkan lebih tinggi dari belanja tahun lalu.
Konsekuensinya, defisit APBN membengkak melebihi outlook.
Namun Menkeu Purbaya berkomitmen menjaga defisit tetap di bawah 3% dari PDB.
Belanja negara dan ekspansi fiskal seperti ini dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat di Q4 2025.
$IHSG $BMRI $BBRI
1/2

