imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Lanskap industri telekomunikasi Indonesia di tahun 2026 diprediksi akan didominasi oleh tiga pemain besar (The Big Three): Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan XLSmart. Fokus industri telah bergeser dari "perang harga" brutal menuju kualitas layanan dan monetisasi jaringan yang lebih rasional.

Berikut adalah insight penting untuk setiap emiten telekomunikasi utama serta prospek sahamnya di tahun 2026:

1. Telkom Indonesia ($TLKM)

• Poin Penting: Telkomsel tetap diposisikan sebagai operator premium dengan tarif tertinggi, mengandalkan kualitas sinyal hingga pelosok dan keamanan data. Strategi barunya mencakup peluncuran paket berdasarkan kecepatan (Mbps) alih-alih hanya kuota (GB), serta promosi paket bundling layanan tetap dan seluler.

• Katalis 2026: Pemisahan (spin-off) aset fiber ke dalam unit InfraCo (Telkom Infrastruktur Indonesia/TIF) menjadi penggerak utama nilai perusahaan. Rencana masuknya mitra strategis di tahun 2026 untuk TIF diharapkan dapat meningkatkan valuasi induknya.

• Prospek Saham: Analis memberikan rekomendasi BUY dengan target harga berkisar antara Rp3.500 hingga Rp3.720. Emiten ini masuk dalam daftar "50 Companies to Watch" oleh Bloomberg karena prospek pemulihan kinerjanya yang kuat di 2026.

2. Indosat Ooredoo Hutchison ($ISAT)

• Poin Penting: IOH berperan sebagai "agregator gaya hidup" dengan strategi bundling konten streaming dan poin loyalitas yang kuat. Mereka telah melakukan price repair yang signifikan dengan menghapus paket-paket murah berdurasi panjang untuk mendorong frekuensi pembelian ulang dan meningkatkan ARPU (Average Revenue Per User).

• Katalis 2026: Penggunaan kecerdasan buatan (AI) melalui pusat AI di Surakarta untuk efisiensi biaya produksi data. Selain itu, divestasi aset fiber dan monetisasi infrastruktur digital menjadi katalis krusial bagi pertumbuhan laba.

• Prospek Saham: Rekomendasi mayoritas adalah BUY dengan target harga antara Rp2.500 hingga Rp3.000.

3. XLSmart ($EXCL)

• Poin Penting: Sebagai entitas baru hasil merger XL Axiata dan Smartfren, XLSmart kini memiliki infrastruktur yang jauh lebih luas (integrasi >7.000 BTS). Mereka diprediksi menjadi "penantang yang mengganggu" dengan paket "Unlimited 2.0" yang menawarkan kualitas setara Telkomsel namun harga 15-20% lebih murah.

• Katalis 2026: Fase pasca-integrasi jaringan akan meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan secara drastis, yang mendukung pertumbuhan EBITDA dua digit pada 2026–2027. Efisiensi biaya operasional (OPEX) paska-merger juga akan dialokasikan untuk mendanai investasi 5G.

• Prospek Saham: EXCL sering menempati posisi teratas (pecking order) dalam pilihan analis sektor telekomunikasi dengan target harga mencapai Rp4.100

Disclaimer On

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy