$MKAP $STTP $DVLA
Fenomena Cocktail’s Party di Pasar Saham = Crashh ??
Fiyuhh tak terasa 2025 sudah berakhir, Psikologi cukup terguncang di tahun ini
Banyak kejadian yang terjadi selama 2025 ini dari mulai tarif dari trump yang menyebabkan pasar turun hampir cukup dalam saat april, lalu pasar diambang ketidakpastian antara cut atau tidak dari september sampai akhir tahun, dan ditutup dengan berita ditangkapnya presiden venezuela oleh Amerika Serikat
Tak lupa pula banyak orang yang mendapatkan profit ratusan hingga ribuan persen, ada juga sebagian orang yang mengalami kerugian cukup dalam, dan juga malah ada yang portofolionya jalan ditempat.
Rasanya fenomena cocktail’s party seaakan memang benar benar nyata, namun tahukah kalian maksud dari fenomena cocktail’s party yang disebutkan?
Cocktail’s Party dicetuskan oleh Peter Lynch, Investor yang membuat buku one up wall street yang juga menjadi kiblat dari banyak investor.
Peter Lynch mengamati perilaku orang orang di pesta koktail yang berhubungan dengan kondisi pasar saham saat itu
Fenomena ini terbagi menjadi 4 Tahap
1 Tahap Awal (Saat Pasar Bearish) : Pada tahap ini dijelaskan ketika dalam suatu pesta dan anda membuat pembicaraan mengenai topik investasi, orang - orang akan cenderung tidak tertarik. Orang - orang cenderung mengabaikan pasar saham ataupun kata yang berkaitan dengan investasi.
2.Tahap Menuju Kenaikan : Pada tahap ini orang - orang mulai cenderung tertarik namun masih banyak yang skeptis mengenai pasar saham. Jika anda berbicara mengenai investasi, hanya segelintir orang yang tertarik dan ikut dalam topik pembicaraan tersebut
3.Tahap Hot Stage (Saat Pasar Bullish) : Pada tahap ini, Pasar saham atau kata yang dibalut investasi menjadi topik pembicaraan yang hangat dan menarik dikalangan banyak orang. Orang - orang mulai membanggakan keuntungan yang mereka peroleh (Screenshot % Profit) salah satunya
4.Tahap menuju Puncak (Bubble) : Tahap ini merupakan tahap yang memberikan paling banyak keuntungan dari 4 tahap tersebut, seakan akan apapun jenis asset ataupun perusahaan yang kita investasikan akan menghasilkan keuntungan, pasar saham menjadi arena paling mudah mendapatkan uang. Orang awam seperti tukang cukup, sopir, ojol, dan orang yang dulunya skeptis terhadap pasar saham mulai memberikan rekomendasi saham atau membicarkan keuntungan mereka yang besar. It likes money will flood to their pocket. Ini menandakan temperatur market yang overheated dan hampir mencapai puncak bubble.
Seperti yang dikatakan G.Soros “When I see bubble I rush to buy”. Fase bubble memang memberikan keuntungan yang diluar nalar namun jangan sampai kita menjadi Stanley Druckenmiller
Stanley Druckenmiller merupakan salah satu investor yang menghasilkan miliaran dollar dalam bubble dot com namun dia tergiur kembali untuk masuk ke dalam pasar saham setelah menjual sahamnya pada January 2000. Alhasil setelah dia masuk kembali ke pasar saham, bubble pecah dan Stanley mendapatkan kerugian 3 Miliar dollar
Orang - orang banyak berpikir masuk ke pasar saham akan membuat mereka menjadi kaya. Seakan akan pasar saham akan memberikan uang secara gratis. Percayalah Pasar saham tidak seindah itu, Saham yang kita puji hari ini bisa jadi yang kita maki dikemudian hari. Pasar saham bukan tempat untuk membuat kita kaya secara instan.
Banyak orang tahu cara Warren Buffet berinvestasi namun tidak banyak yang dapat mengikuti cara warren buffet menjadi kaya, karena Warren Buffet mengajarkan kita cara untuk menjadi kaya dalam jangka panjang dengan melatih mental dan pengetahuan kita agar kita benar benar siap untuk menjadi kaya dan mempertahankan kekayaan kita
Akhir kata ada kutipan dari Investor legend yang mendorong kita untuk terus belajar
I constantly see people rise in life who are not the smartest, sometimes not even the most diligent, but they are learning machines. They go to bed every night a little wiser than they were when they got up and boy does that help, particularly when you have a long run ahead of you.“Charli Munger”
