$UNVR $KRYA $PNGO
*Daily News 7/1/2026*
*Rangkuman berita hari ini:*
* UNVR jual bisnis teh Sariwangi Rp1,5 T
* DEWA realisasi buyback Rp430 M
* PNGO dividend interim yield 2,86%
* Pengendali jual 4,80% KRYA Rp12 M
* Pemegang saham jual 1% DEWA Rp232 M
* Pemegang saham tambah 3,52% INTA Rp22 M
* Pengendali jual 4,8% RMKO Rp15 M
* Karya Pacific tender offer Rp53 M saham IATA
* PJAA terima ganti rugi Rp176 M
* AS dan Venezuela sepakat ekspor minyak USD2 M
===
* *UNVR* : *PT Unilever Indonesia (UNVR)* menjual bisnis teh merek Sariwangi kepada PT Savoria Kreasi Rasa senilai Rp1,5 triliun, setara 45% dari ekuitas perseroan per 9M25. Segmen ini memiliki kontribusi terhadap total aset 2,5%, laba bersih 3,1%, dan pendapatan usaha 2,7%. Transaksi dikategorikan sebagai material, namun tidak memerlukan persetujuan RUPS. (Publikasi emiten)
* *DEWA* : *PT Darma Henwa (DEWA)* melaporkan hasil buyback saham, dengan perseroan telah melakukan buyback ~790,7 juta (1,94%) saham dengan total nilai ~Rp430 miliar, mengimplikasikan harga rata-rata buyback sebesar ~Rp544/saham. Rinciannya, buyback dilakukan dalam dua tahap, yaitu ~372 juta saham dengan harga rata-rata Rp430/saham pada 10 Desember 2025, dan ~419 juta saham dengan harga rata-rata Rp645/saham pada 6 Januari 2026. Dari dana buyback yang disediakan sebesar Rp950 miliar, sisa dana buyback masih tersedia Rp520 miliar. (Publikasi emiten)
* *PNGO* : *PT Pinago Utama (PNGO)* akan membagikan dividen interim tahun buku 2025 senilai Rp90/saham, setara dividend yield 2,86% berdasarkan penutupan PNGO pada Selasa (6/1) di Rp3.150/saham. Cum date pada 14 Januari 2026, dengan pembayaran pada 27 Januari 2026. (Publikasi emiten)
* *KRYA* : Pengendali *PT Bangun Karya Perkasa Jaya (KRYA)* , Green City SG Pte Ltd, menjual 80 juta (4,8%) saham KRYA dengan harga Rp150/saham, sehingga total transaksi mencapai Rp12 miliar. Transaksi dilakukan pada 31 Desember 2025. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di KRYA menjadi 36,2%. (Publikasi emiten)
* *DEWA* : Pemegang saham *PT Darma Henwa (DEWA)* , Andhesti Tungkas Pratama, menjual 400 juta (0,98%) saham DEWA dengan harga Rp581/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp232 miliar. Transaksi dilakukan pada 31 Desember 2025. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di DEWA menjadi 8,37%. (Publikasi emiten)
* *INTA* : Pemegang saham *PT Intraco Penta (INTA),* HP Capital Resources, membeli ~90 juta (3,52%) saham INTA dengan harga Rp249/saham, sehingga total transaksi mencapai ~Rp22 miliar. Transaksi dilakukan pada 30 Desember 2025. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di INTA menjadi 8,37%. (Publikasi emiten)
* *RMKO* : Pengendali *PT Royaltama Mulia Kontraktorindo (RMKO)*, RMK Investama, menjual 60 juta (4,8%) saham RMKO dengan harga Rp250/saham, sehingga total transaksi mencapai Rp15 miliar. Transaksi dilakukan pada 2 Januari 2026, bertujuan untuk merealisasikan keuntungan atas peningkatan harga saham dan untuk meningkatkan kepemilikan saham oleh publik. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di RMKO menjadi 75,2%. (Publikasi emiten)
* *IATA* : Pemegang saham *PT MNC Energy Investments (IATA)* , PT Karya Pacific Investama, berencana melakukan penawaran tender sukarela (voluntary tender offer) atas ~535,4 juta (~1,7%) saham IATA dengan harga Rp99/saham, senilai total Rp53 miliar. Jika seluruh saham dibeli, kepemilikan PT Karya Pacific Investama di IATA akan naik dari 48,8% menjadi 50,5% sehingga menjadi pengendali IATA, namun dikecualikan dari kewajiban tender wajib. Periode penawaran diperkirakan berlangsung 5 Februari – 6 Maret 2026. (Publikasi emiten)
* *PJAA* : *PT Pembangunan Jaya Ancol (PJAA)* menerima ganti rugi sebesar ~Rp176 miliar terkait pengadaan tanah untuk proyek strategis nasional Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono. Ganti rugi mencakup enam bidang tanah seluas 7.185 m² dan aset pagar panel beton. (Publikasi emiten)
* Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa AS dan Venezuela mencapai kesepakatan ekspor minyak Venezuela senilai hingga USD2 miliar dengan volume 30–50 juta barel. Kesepakatan ini disebut bertujuan mengalihkan pasokan dari China ke AS, dan mencegah pemangkasan produksi minyak lebih dalam di Venezuela. Hasil penjualan disebut akan dikelola oleh pemerintah AS untuk kepentingan rakyat Venezuela dan AS. (Reuters)
=========
*Disclaimer ON*
*Retail – PT Mandiri Sekuritas*