Bagaimana Cara membaca Orderbook?
ini adalah skill teknis yang wajib dikuasai setelah memahami teori Bandarmology. Membaca Orderbook (papan harga) adalah melihat "medan perang" secara real-time.
Di sinilah pertarungan antara Pembeli (Bid) dan Penjual (Offer) terjadi detik demi detik.
1. Anatomi Orderbook
Tampilan standar Orderbook biasanya terbagi menjadi dua sisi:
BID (Kiri): Antrian Beli. Orang-orang yang ngarep beli di harga murah.
OFFER / ASK (Kanan): Antrian Jual. Orang-orang yang nawarin barang untuk dijual.
Hukum Dasarnya:
Jika kamu ingin beli saham sekarang juga (tanpa antri), kamu harus beli di harga Offer paling atas (Istilahnya: Hajar Kanan / HK).
Jika kamu ingin jual saham sekarang juga, kamu harus jual (buang) ke harga Bid paling atas (Istilahnya: Hajar Kiri).
2. Jebakan Psikologi Orderbook (Bandarmology Perspective)
Ini bagian paling penting. Dalam Bandarmology, apa yang terlihat di Orderbook seringkali adalah kebalikan dari kenyataan. Bandar sering memanipulasi antrian untuk mengelabui retail.
A. Mitos "Tembok Tebal" (Fake Bid & Fake Offer)
Bid Tebal (Antrian Beli Penuh):
Logika Pemula: "Wah, yang mau beli banyak! Ini aman, harga pasti naik karena ada support kuat."
Logika Bandar: Seringkali ini adalah Fake Bid (Ganjalan Palsu). Bandar memasang antrian beli tebal agar retail merasa aman dan ikut antri di atasnya. Saat retail sudah masuk, Bandar cabut antriannya (withdraw) dan harga dibanting (guyur).
Waspada: Jika Bid tebal sekali (misal 50.000 lot) tapi Offer tipis-tipis, hati-hati harga malah turun.
Offer Tebal (Antrian Jual Penuh):
Logika Pemula: "Waduh, yang jual banyak banget! Harga susah naik nih, ketahan resisten."
Logika Bandar: Ini seringkali Fake Offer (Tembok). Bandar sengaja menumpuk barang di harga jual agar harga tidak naik dulu. Tujuannya? Agar retail putus asa dan menjual barangnya ke harga murah (yang ditampung Bandar).
Peluang: Jika Offer tebal tapi perlahan-lahan dimakan ("di-Hajar Kanan") terus menerus, itu tanda harga mau diterbangkan (Breakout).
Kunci: Harga saham bergerak menuju ke arah Likuiditas. Jika Offer tebal dimakan habis, harga akan loncat.
3. Cara Menentukan Range Entry yang Tepat
Jangan asal Hajar Kanan. Gunakan strategi antri yang cerdas berdasarkan Orderbook.
Skenario A: Saham Sedang "Rame" / Running (Scalping)
Jika kamu melihat saham tiba-tiba bergerak cepat:
Perhatikan Kolom Offer: Lihat di harga berapa ada tumpukan lot yang tebal (Tembok).
Amati: Apakah tembok itu dimakan? Jika lot di tembok itu berkurang cepat (misal dari 10.000 sisa 2.000 dalam hitungan detik), Entry (HK) di harga tersebut sebelum habis.
Jangan Antri di Bid: Di saham yang lari kencang, antri di Bid seringkali tidak dapat barang (ditinggal naik).
Skenario B: Saham Santai / Swing (Nabung)
Jika kamu ingin masuk di saham yang sedang sideways atau koreksi:
Cari "Best Bid": Lihat 3-5 baris antrian Bid teratas. Cari di mana ada tumpukan volume yang lumayan tebal (tapi tidak lebay atau berlebihan).
Pasang Antrian (Titip Sandal): Pasang antrian beli (Buy Limit) 1 atau 2 tick di atas antrian tebal tersebut.
Alasannya: Antrian tebal itu berfungsi sebagai "bantalan". Jika harga turun, biasanya akan memantul sedikit di area tebal itu. Kamu antri di atasnya supaya dapet barang duluan sebelum kena bantalan.
Cek Frekuensi: Pastikan antrian tebal itu bukan cuma 1 orang (1 order), tapi gabungan banyak order (bisa cek di fitur Order Detail sekuritas). Ini menandakan support asli, bukan manipulasi satu bandar.
4. Ringkasan Strategi Entry (Cheat Sheet)
Kondisi Orderbook Arti Kemungkinan (Bandarmology) Tindakan (Action)
Bid Tipis, Offer Tebal Bandar sedang menahan harga & akumulasi barang. Cicil Beli (Antri di Bid, sabar).
Bid Tebal, Offer Tipis Bandar memancing retail masuk (Distribution). Hati-hati (Jangan agresif beli).
Offer Tebal Dimakan Terus Bandar sedang "Mark-up" harga (Ngasih gas). Ikut HK (Copet cepat).
Bid & Offer Sama Tipis Saham sepi peminat (Likuiditas kering). Hindari (Susah jual nanti).
Satu Pertanyaan Penting:
Kamu tipikal trader yang bisa memantau pasar seharian penuh (bisa scalping lihat orderbook terus), atau pekerja yang hanya bisa cek pasar sesekali (swing)?
Jawaban ini akan menentukan teknik antri mana yang paling cocok buat Sobat Growing.
*Disclaimer on
Edukasi untuk Pemula
random tag
$BUMI$ASLI$RMKE