Mitos January Effect: Data 30 Tahun Membuktikan Januari Bukan "Raja" di IHSG!
Banyak yang gembar-gembor soal January Effect, tapi pernahkah kita benar-benar melihat datanya? Mari kita kesampingkan "katanya" dan fokus pada fakta statistik dari Seasonality IHSG selama 30 tahun terakhir.
Berdasarkan data probabilitas yang kita lihat di layar, ada fakta menarik yang jarang dibahas oleh banyak orang:
1. Januari Cuma Menang Tipis (62%)
Probabilitas Januari untuk ditutup hijau hanya 62%. Jika dibandingkan dengan bulan lain, Januari justru berada di papan tengah. Januari kalah jauh dari:
• Desember (86%): Sang juara bertahan (Window Dressing).
• Juli (76%): Yang ternyata secara historis jauh lebih konsisten hijau dibanding Januari.
• Oktober (66%): Sering kali menjadi awal rebound akhir tahun.
• Maret, April, Juni (64%): Ketiganya punya probabilitas lebih tinggi dari Januari.
2. Efek "Kenyang" Setelah Desember
Kenapa Januari terasa "biasa saja" di IHSG? Salah satu alasannya adalah Desember (86%). Karena probabilitas Desember untuk naik sangat tinggi, sering kali di bulan Januari pasar melakukan konsolidasi atau profit taking setelah reli Window Dressing. Data menunjukkan Januari sering kali hanya "melanjutkan sisa bensin" dari bulan sebelumnya.
3. Fakta Unik Bulan Juli (76%)
Data 30 tahun menunjukkan Juli adalah bulan kedua terkuat setelah Desember. Ini jarang dibahas! Biasanya ini didorong oleh rilis laporan keuangan Semester I (H1) dan pembagian dividen interim atau penggunaan dana dividen untuk investasi kembali.
4. Mei Bukan "Sell in May and Go Away"?
Probabilitas Mei berada di angka 50% (sama kuat antara naik dan turun). Ini membuktikan bahwa jargon luar negeri sering kali tidak relevan jika kita telan mentah-mentah di IHSG.
Kesimpulan untuk Kita:
• January Effect di IHSG Lebih ke Arah "Sentimen Psikologis" daripada kekuatan statistik murni.
• Jangan asal "All-In" hanya karena ganti tahun. Secara statistik, peluang Januari untuk merah (38%) masih cukup besar dibandingkan Desember yang risiko merahnya hanya 14%.
• Fokus pada Momentum: Daripada berharap pada January Effect, lebih baik perhatikan saham-saham yang mulai menunjukkan akumulasi setelah koreksi di bulan Desember.
Pelajaran besarnya: Data tidak pernah bohong. Jangan trading berdasarkan narasi musiman tanpa cek probabilitas statistiknya.
Trading jurnal 5/1/2026 3 win $WOWS $GOLF $HOPE
1/2

