imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Logika Bertahan Hidup Momentum Hunter Disaat Market Bullish dan Bearish

Market itu sifatnya nggak netral, karena dia punya fase. Banyak trader yang kejebak karena maksa satu gaya di semua kondisi. Di sini gue mau lurusin cara mikirnya dulu. Saat market IHSG bullish atau ketika suatu sektoral lagi pada manggung, maka peluang gede itu justru ada di saham yang sebelumnya ditekan tapi struktur besarnya masih sehat. Saat market bearish, lo jangan cari yang murah, tapi lo harus cari yang kuat. Analisa kali ini ngebedah perbedaan pendekatan itu secara tajam, teknis dan realistis, biar lo nggak salah posisi dan tau kapan harus nunggu dan kapan harus ngegas.

Kalau market lagi bullish, mayoritas ritel pada salah fokus. Mereka ngejar saham yang udah lari jauh, padahal risk reward-nya udah jelek. Di fase ini, uang gede bekerja dengan cara rotasi. Saham yang sebelumnya dikoreksi dalam tapi gagal breakdown adalah target utamanya. Ciri utamanya adalah ada koreksi yang terjadi dengan volume mengecil, range harian menyempit dan low mulai naik perlahan. Ini tanda tekanan jual melemah. Rebound yang ideal bukan dari saham yang rusak tapi dari saham yang cuma istirahat setelah distribusi awal. Entry terbaik muncul saat harga tembus minor high di dalam base, bukan nunggu konfirmasi yang telat. Contohnya, ketika saham pelayaran pada naik dengan didukung IHSG yang naik, carilah saham yang belum di apresiasi market. Beberapa waktu lalu $PJHB sempat dibanting dalam lalu loncat kodok, TPMA juga mengalami long bearish dan saat ini mulai rebound. Kasus terakhir ada pada saham KLAS yang malah dibanting arb padahal sektoralnya pada manggung. Saat ini saham KIJA terbang yang menandakan sektor property mulai bangkit. Lo bisa cari saham yang fundamentalnya bagus tapi belum di apresiasi market kayak DMAS, GPRA, BSDE, PWON, SMRA, dll. Ingat bro... Di market bullish, waktu adalah musuh dan lo harus masuk sebelum ritel pada sadar.

Sekarang kebalikannya. Saat market bearish atau pada kondisi suatu sektoral pada rontok semua, logika rebound itu adalah jebakan. Mayoritas saham akan terus lower high dan lower low walaupun kelihatan murah. Di sini lo nggak boleh mikir valuasi atau harapan. Fokus lo cuma satu yaitu cari saham yang tetap membangun struktur naik saat indeks nya turun atau sektoralnya pada dihajar. Breakout momentum di market bearish biasanya datang dari sektor defensif atau saham yang dapet aliran dana spesifik. Tandanya jelas, harga konsolidasi rapat, adanya volume akumulasi yang konsisten dan saat indeks masih keliatan lemah. Masih inget kan bro ketika bulan lalu saat IHSG melemah tapi $DEWA, $BUMI dan serempak juga satu grupnya kompak naik kayak BNBR, ELTY, JGLE. Itulah hidden gems nya. Saham kayak gini biasanya jalan cepat dan nggak ngasih lo banyak waktu buat mikir.

Bullish market itu adalah arena berburu rebound yang terkontrol dari saham yang sehat. Sedangkan bearish market itu adalah arena seleksi ketat buat nyari saham yang paling kuat. Jangan kebalik ya bro.. Kalau lo salah baca konteks market, setup sebagus apa pun bakal gagal. Momentum itu bukanlah soal feeling tapi soal adaptasi. Yang bisa survive di market itu bukan yang paling pintar tapi yang paling cepat ganti cara main.

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy