Ketika muncul news rencana pemangkasan produksi nikel di Indonesia, mungkin banyak yang menganggap ini biasa saja. Padahal, Indonesia adalah produsen nikel terbesar dunia, sehingga kebijakan ini berpotensi memperketat pasokan dan mengangkat harga nikel secara global.
Saya langsung cek harga komoditas nikel secara real-time. Tepat setelah news tersebut, harga nikel mulai bergerak naik perlahan, lalu disusul saham $INCO yang menguat signifikan. Kenaikan ini tentu bukan tanpa alasan—market maker sudah membaca arah ceritanya lebih dulu.
Dari sini saya memprediksi bahwa saham-saham nikel yang belum ‘manggung’ pada akhirnya akan ikut rally seiring berlanjutnya sentimen supply tightening. Itulah mengapa saham seperti $MBMA, $HRUM, dan DKFT yang belum bergerak agresif justru menjadi menarik untuk fase akumulasi.
Selama harga komoditas nikel masih melanjutkan tren naik, peluang saham-saham nikel untuk rebound bahkan mencetak level tertinggi baru masih terbuka.
"Pada akhirnya Investor yang paham membaca narasi yang akan cuan"