Malam bro, kita bedah $SCMA (Surya Citra Media Tbk.) ya. sodara tuanya $BUKA
Gue liat-loat kayaknya cerita sinetron SCMA ini jadi makin menarik. Ibarat lagi nonton film suspense, kita lagi ada di adegan di mana semua pemain lagi diem-dieman, saling pantau, tapi masing-masing udah pegang kartu as.
Yuklah gas keun. Gue mulai dari Fundamentalnya.
Isi perut SCMA di kuartal ketiga ini sebenernya ngasih kejutan yang manis buat para pemegang sahamnya.
Net Income Laba bersih Q3 2025 tembus 271 Miliar. Ini lonjakan yang serius kalau dibandingin sama Q2 2025 yang cuma 167 Miliar (naik secara QoQ) dan Q3 2024 yang di angka 182 Miliar (naik secara YoY).
* Revenue Yang unik, omzet tahunan (annualised) diproyeksi cuma 6,7 Bio, sedikit lebih rendah dibanding capaian 2024 di 7,058 Bio
Jadi manajemen lagi sakti nih efisiensinya. Biarpun jualan secara total tahunan agak menyusut, mereka berhasil bikin labanya makin tebel.
Lah trus supirnya gimana?
Nah, ini bagian paling krusial yang kita mesti liat bareng-bareng dengan agak teliti..
Tren besarnya sejak lama nunjukin akumulasi yang masif, dan sekarang garis kuningnya cuma bergerak flat alias mendatar di area atas. Bandar yang udah belanja dari harga bawah belum keluar. Mereka lagi hold barang mereka kenceng-kenceng. Kalau mereka mau kabur, garis kuningnya bakal nukik tajam.
Selama masih datar, berarti supirnya masih di dalem mobil, cuma lagi matiin mesin sambil nunggu penumpang bosen jualan.
Secara visual, chart SCMA lagi nunjukin kondisi yang lagi kering.
Volume Hari Ini di angka 193 M, dan ini di bawah rata-rata.
Pas harga naik +4,12%, volumenya malah sepi. Ini tandanya nggak ada tekanan jual yang berarti. Ritel udah nggak minat jualan murah, tapi pembeli juga masih nahan diri.
Apalagi harga kejepit dan kejebak di antara dua garis sakti. Di bawah ada lantai beton EMA 200 ( 293) dan di atas ada atap EMA 50 (368).
RSI: Ada di 44,7, bener-bener di area netral yang belum panas sama sekali.
So trading plan nya gimana?
Karena supirnya masih nahan barang di atas (garis kuning flat) dan fundamental labanya lagi cakep, strateginya adalah sabar nunggu pintu dibuka.
Cicil pelan-pelan kalau dia dikasih diskon mendekati area 310 - 330. Ini area yang aman karena deket sama lantai EMA 200.
Nanti sikat lebih agresif kalau harga berhasil tembus dan closing di atas 368 (Garis Biru EMA 50) dengan volume yang meledak di atas rata-rata dan akumulasi bandar berlanjut.
Target terdekat ngetes area 400 - 410 dan target jangka menengah bisa ke 440
Inget, wajib disiplin kalau harga closing di bawah 290. Itu tandanya EMA 200 jebol dan supirnya mungkin ikutan kabur.
Summary: SCMA lagi di fase konsolidasi yang kering. Fundamental oke, bandar masih hold. Lu tinggal butuh kesabaran buat nunggu volumenya meledak buat confirm uptrend lanjutannya.
Apalagi EMTEK rela gelontorin ratusan miliar rupiah cuma buat nyerok saham SCMA, terutama pas momen cum date dividen kemarin. Meskipun sempet terseret jadi top loser di LQ45 pas $IHSG lagi meriang, tapi aksi borong sang induk ini kasih kode keras kalau mereka pede banget sama masa depan SCMA di 2026.
