Kebingungan OWK $PACK
Pertanyaan user Stockbit bukan di External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Banyak yang masih bingung dengan OWK PACK. Kebingungan itu wajar, karena yang dilempar ke publik bukan sekadar rights issue biasa, tapi mesin pengganda saham yang ekstrem. Angkanya juga tidak kecil, sampai 32.586.939.356 unit OWK dengan harga Rp100, yang berarti potensi dana Rp3,26 triliun atau tepatnya Rp3.258.693.935.600. Rasio 5 saham lama dapat 102 hak itu bukan detail kecil, itu tombol dilusi yang bisa bikin porsi kepemilikan mengecil drastis. Risiko dilusi maksimum 95,33% itu artinya kalau investor diam saja, kepemilikan bisa tinggal remah. Yang bikin tambah panas, OWK ini zero coupon, jadi bukan instrumen buat cari bunga, melainkan jembatan wajib menuju saham baru. Dokumen terbaru juga menutup celah lupa, karena BAE bisa konversi otomatis kalau pemegang OWK tidak bergerak sampai batas akhir. Jadi ini bukan sekadar pilihan ikut atau tidak, ini pilihan menjaga porsi atau rela terdilusi besar-besaran. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Investor memang tidak wajib menebus Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), tapi konsekuensinya tidak main-main. Setelah seluruh OWK dikonversi menjadi saham, pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya bisa terdilusi sampai maksimum 95,33%. Ini seperti nonton porsi kepemilikan mengecil karena jumlah saham beredar membengkak besar, sementara investor tidak menambah porsi melalui HMETD. Ditambah lagi, OWK ini diterbitkan tanpa bunga atau zero coupon dan sifatnya wajib dikonversi menjadi saham. Jadi begitu investor sudah menebus HMETD menjadi OWK, ujung ceritanya tetap konversi menjadi saham, bahkan kalau pemegangnya lupa sekalipun, karena Biro Administrasi Efek (BAE) bisa melakukan konversi otomatis di akhir periode.
Supaya kebayang skalanya, pakai simulasi 100 lot dulu. Misal investor punya 100 lot, berarti 10.000 lembar saham PACK, dengan harga beli Rp2.260. Dengan rasio setiap 5 saham lama mendapat 102 HMETD, maka hak yang didapat menjadi 10.000 dibagi 5 lalu dikali 102, hasilnya 204.000 unit HMETD. Karena harga pelaksanaan Rp100 per unit OWK, dana yang perlu disiapkan untuk menebus seluruh hak adalah 204.000 dikali Rp100, yaitu Rp20.400.000. Jadi dari sisi uang, investor yang awalnya sudah keluar modal Rp22.600.000 untuk 10.000 lembar, kalau ikut tebus penuh harus tambah sekitar Rp20,40 juta. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Prosedurnya juga cukup lurus, tapi harus disiplin jadwal. Investor harus memastikan masih memegang saham pada cum date 9 Januari 2026, karena itu kunci hak HMETD melekat. Setelah itu ada ex date 12 Januari 2026 dan recording date 13 Januari 2026. Lalu fase yang paling krusial, periode perdagangan HMETD berlangsung 15 sampai 22 Januari 2026, di fase inilah instruksi pelaksanaan biasanya dilakukan lewat perusahaan efek atau sekuritas, dan dana disiapkan di Rekening Dana Nasabah (RDN). Intinya, kalau investor ingin tebus, jangan menunda sampai mepet, karena yang bikin gagal biasanya bukan tidak punya uang, tapi telat instruksi.
Sekarang masuk ke perbandingan yang bikin banyak orang kaget, soal average price. Kalau investor tidak menebus sama sekali, investor tetap pegang 10.000 lembar saham dengan total modal Rp22.600.000, average price tetap Rp2.260, tapi porsi kepemilikan berisiko terdilusi sampai 95,33%. Kalau investor menebus seluruh hak, secara hitungan kasar investor akan punya 10.000 saham lama ditambah potensi 204.000 saham baru setelah OWK dikonversi, total menjadi 214.000 saham. Total modal menjadi Rp22.600.000 ditambah Rp20.400.000, jadi Rp43.000.000. Dari situ muncul average price sekitar Rp43.000.000 dibagi 214.000, yaitu kurang lebih Rp200,93 per saham. Angka Rp200,93 ini terlihat seperti sulap, tapi sebenarnya bukan diskon ajaib, melainkan konsekuensi jumlah saham yang tiba-tiba jadi sangat banyak. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Di titik ini investor wajib waras dalam membaca angka. Average price turun bukan berarti nilai perusahaan otomatis jadi murah. Pasar biasanya menyesuaikan harga saham saat ex date, karena suplai saham potensial melonjak besar. Dokumen terbaru memang tidak menyebut angka Theoretical Ex-Rights Price (TERP) secara eksplisit, jadi tidak ada angka resmi yang bisa dipakai dari dokumen itu. Yang ada justru aturan bahwa harga konversi bisa disesuaikan kalau terjadi aksi korporasi seperti stocksplit atau reverse stocksplit. Jadi kalau ada yang berharap harga pasar tetap Rp2.260 sementara jumlah saham bisa jadi 21,4 kali, itu logikanya runtuh sendiri, karena mekanisme pasar akan merespons suplai.
Lalu soal waktu konversi, banyak yang mengira harus menunggu sampai Januari 2027. Berdasarkan dokumen terbaru, itu tidak benar. Periode konversi OWK menjadi saham biasa dibuka dari 27 Januari 2026 sampai 21 Januari 2027, dan konversinya fleksibel bisa dilakukan kapan saja di rentang itu, dengan rasio 1 banding 1. Selama OWK belum dikonversi, investor memegang unit obligasi tanpa bunga dan saham lama masih tetap ada. Begitu investor konversi, misalnya Februari 2026, OWK berubah menjadi saham biasa yang haknya setara, termasuk hak dividen dan hak suara seperti saham lainnya. Dan kalau investor diam sampai mendekati akhir periode, masih ada skenario konversi otomatis oleh BAE yang membuat OWK tetap berubah menjadi saham di penghujung batas waktu. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Jadi inti strateginya begini. Kalau investor tidak menebus HMETD, risikonya bukan sekadar ketinggalan peluang, tapi kehilangan porsi kepemilikan secara ekstrem sampai 95,33%. Kalau investor menebus penuh, investor menjaga porsi, tetapi harus siap tambahan dana dan harus siap realita bahwa harga pasar bisa menyesuaikan karena suplai saham berpotensi meledak. OWK PACK ini bukan permainan bunga, bukan instrumen santai, ini instrumen rekayasa struktur permodalan yang dampaknya langsung ke porsi kepemilikan investor. Kalau masih ada yang bingung, patokan paling gampang adalah ini, fokus ke dua hal saja, jadwal 9 Januari 2026 sampai 22 Januari 2026 untuk urusan hak dan tebus, lalu jendela 27 Januari 2026 sampai 21 Januari 2027 untuk urusan konversi, dan jangan pernah meremehkan dilusi 95,33% karena itu bukan ancaman, itu desain.
๐งญ Inti keputusan investor.
โ
Tebus HMETD jadi OWK itu pilihan investor.
โ ๏ธ Tidak tebus berarti porsi kepemilikan berisiko terdilusi sampai 95,33%.
๐งพ OWK zero coupon.
๐ OWK wajib dikonversi jadi saham.
๐ค Jika lupa konversi sampai batas akhir, BAE bisa konversi otomatis.
๐ Simulasi 100 lot PACK.
๐งบ Kepemilikan awal 100 lot.
๐ 10.000 lembar.
๐ต Harga beli Rp2.260.
๐งฎ Rasio HMETD.
๐๏ธ 5 saham lama dapat 102 HMETD.
โ Hitung hak.
๐งพ 10.000 dibagi 5 dikali 102.
โ
Dapat 204.000 unit HMETD.
๐ฐ Biaya tebus.
๐ช Harga pelaksanaan Rp100 per unit OWK.
๐งพ Dana 204.000 dikali Rp100.
โ
Rp20.400.000.
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
๐ ๏ธ Prosedur tebus HMETD jadi OWK.
๐๏ธ Pegang saham di cum date 9 Januari 2026.
๐ฆ Instruksi pelaksanaan lewat sekuritas saat 15 sampai 22 Januari 2026.
๐ณ Dana siap di RDN sesuai nilai tebusan.
โ๏ธ Dua skenario hasilnya beda jauh.
๐ Skenario A tidak tebus.
๐ Saham tetap 10.000 lembar.
๐ฐ Total modal Rp22.600.000.
๐งฎ Average price Rp2.260.
โ ๏ธ Kepemilikan terdilusi sampai 95,33%.
๐ Skenario B tebus seluruhnya.
๐ Saham jadi 214.000 lembar.
โ 10.000 lama.
โ 204.000 baru dari OWK setelah konversi.
๐ฐ Total modal Rp43.000.000.
โ Rp22.600.000 modal awal.
โ Rp20.400.000 biaya tebus.
๐งฎ Average price sekitar Rp200,93.
โ
Kepemilikan terjaga sesuai porsi.
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
๐ Konversi OWK tidak perlu menunggu Januari 2027.
๐๏ธ Periode konversi 27 Januari 2026 sampai 21 Januari 2027.
๐ Rasio konversi 1 banding 1.
๐ Bisa konversi kapan saja di periode itu.
๐งพ Sebelum konversi investor pegang OWK dan saham lama.
โ
Setelah konversi OWK berubah jadi saham biasa, haknya sama termasuk dividen dan suara.
๐
Jadwal kunci HMETD.
๐ข Cum HMETD pasar reguler dan negosiasi 9 Januari 2026.
๐ Ex HMETD 12 Januari 2026.
๐ต Recording date 13 Januari 2026.
Harga Teoritis tidak ada di OWK ini.
Harga teoritis saham itu muncul saat Bursa melakukan penyesuaian harga acuan di awal periode ex, karena ada tindakan korporasi yang memberi hak merata ke semua pemegang saham sejenis, lalu Bursa menghitung dan menetapkan harga pedoman untuk awal perdagangan setelah aksi itu efektif.
Aksi korporasi yang lazim menghasilkan harga teoritis saham
1. Penambahan modal dengan HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) atau rights issue
Ini yang paling klasik. Karena ada saham baru diterbitkan pada harga pelaksanaan tertentu, maka saat ex HMETD, Bursa memakai harga teoritis hasil tindakan korporasi sebagai patokan awal., seperti pada case RI $INET.
2. Pembagian saham bonus termasuk dividen saham
Saham beredar bertambah tanpa investor bayar kas, jadi secara mekanik harga per saham perlu disesuaikan menjadi harga teoritis pada periode ex. Aturannya dibahas spesifik di POJK Saham Bonus.
3. Stock split dan reverse stock split (penggabungan saham)
Jumlah lembar berubah, kepemilikan relatif tidak berubah. Konsekuensinya harga per lembar harus ikut disesuaikan menjadi harga teoritis pada awal perdagangan pasca aksi.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$PIPA
1/2

