katanya invasi AS ke Venezuela itu perang besar, kok harga minyak bukannya meroket malah cenderung adem ayem atau cuma naik tipis di kisaran 60 dolaran?"

ini alasan logisnya biar kamu nggak salah analisa:

Dengar ya, Venezuela memang punya cadangan minyak terbesar di dunia, tapi kamu harus tahu kalau kondisi produksinya itu sudah "sakit sakitan" sejak lama. Saat ini, produksi mereka cuma sekitar 800 ribu sampai 1 juta barel per hari, alias cuma sekitar 1% dari total suplai minyak dunia. Jadi, kalaupun produksinya terhenti total gara-gara invasi atau penangkapan Maduro, dampaknya ke pasar global itu nggak seseram kalau Arab Saudi atau Rusia yang berhenti produksi. Pasar itu nggak kaget karena peran Venezuela di peta suplai dunia memang sudah mengecil drastis akibat sanksi dan kurangnya investasi bertahun-tahun.

Selain itu, kamu harus liat kondisi dunia sekarang. Pasar minyak tahun 2026 ini sebenarnya lagi banjir pasokan (oversupply). Amerika sendiri produksi minyaknya lagi gila-gilaan, ditambah negara-negara OPEC+ yang tetap komit jaga produksi mereka tetap stabil. Jadi, ketika ada guncangan di Venezuela, stok dari negara lain masih melimpah buat nutupin lubangnya. Investor itu pintar, mereka sadar kalau ini lebih ke arah "drama politik" daripada "krisis energi" yang nyata. Makanya, harga minyak bukannya terbang ke bulan, tapi malah tertahan sama realita kalau barangnya memang lagi banyak di pasar.

Ekonomi global, termasuk China yang jadi pembeli utama minyak Venezuela, lagi nggak sehaus dulu karena transisi ke energi hijau dan kendaraan listrik. Kalau pembelinya pelit, ya harganya nggak bakal lari ke mana-mana. Makanya, harga Brent malah terpantau turun di bawah $60 per barel pasca-invasi, karena investor sadar risiko geopolitik kalah kuat sama fundamental pasar yang lagi kelebihan barang.

sumber berita:

1. https://cutt.ly/Bthow19I

2. https://cutt.ly/KthowM28

3. https://cutt.ly/ZthowM84

random tag: $SOCI $GTSI $BULL

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy