imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Farmasi: Anomali Pelanggan dan Karyawan

Lanjutan dari postingan sebelumnya di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

$INAF menjadi saham farmasi dengan pola paling chaotic karena per 30 September 2025 jumlah karyawannya tinggal 21 orang. Itu bukan penurunan normal, itu jatuh -97,33% dari 788 orang per akhir 2024, sempat ditekan sampai 3 orang di pertengahan September lalu naik lagi 18 orang. Kalau sebuah emiten farmasi sampai harus mengubah tubuh organisasinya secepat itu, investor perlu menganggapnya alarm likuiditas dan alarm eksekusi. Pabrik boleh ada di Cibitung Bekasi, tetapi tanpa mesin organisasi yang utuh, pabrik itu berubah dari aset produktif jadi beban tetap. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Di saat emiten lain merapikan efisiensi beberapa persen, INAF sudah masuk mode bertahan hidup. Inilah alasan kenapa membaca sektor farmasi tidak cukup dari cerita produk, tetapi dari pola pelanggan, pola vendor, dan pola tenaga kerja. Ketika pola tenaga kerja sudah berantakan, biasanya modal kerja ikut ketarik, utang dagang menumpuk, dan kapasitas produksi jadi tidak stabil. Jadi sebelum investor berdebat valuasi, INAF lebih masuk dibaca sebagai studi kasus risiko, bukan saham defensif.

Kalau fokus ke pola pelanggan, sektor ini kebagi dua kubu yang kontras. Kubu pertama adalah emiten yang sangat bergantung pada satu distributor besar, sampai level yang ekstrem. DVLA mencatat PT Anugerah Pharmindo Lestari menyumbang Rp1,19 triliun atau 74% dari pendapatan dengan growth nyaris datar +0,05%, lalu $MERK juga bergantung pada nama yang sama sebesar Rp548,37 miliar atau 67% dengan growth +7,49%.

Ini bisa dibaca dua sisi, positifnya karena saluran distribusi jelas dan repeat order cenderung stabil, tapi negatifnya karena jalur satu titik maka bisa mengunci nasib, kalau terjadi perubahan term dagang, perubahan strategi distributor, atau gangguan hubungan, dampaknya langsung terasa ke revenue, piutang, sampai persediaan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kubu kedua adalah emiten yang lebih menyebar pelanggannya, dan ini biasanya lebih tahan guncangan. KAEF, $KLBF, MDLA, SOHO, PEVE, dan TSPC menyatakan tidak ada pelanggan tunggal di atas 10% dari total pendapatan. Ini green flag untuk risiko konsentrasi pelanggan, karena revenue tidak tergantung satu pintu. Namun, konsekuensinya sering muncul di tempat lain, biasanya lewat kebutuhan modal kerja lebih besar, biaya distribusi, atau kompleksitas manajemen channel, jadi tetap perlu dibaca bareng model bisnisnya.

Di tengah dua kubu itu, ada kelompok yang kelihatannya aman di permukaan, tapi sebenarnya terkunci lewat transaksi pihak berelasi. PEHA menjual Rp392,85 miliar atau 57,5% ke PT Kimia Farma Trading and Distribution dengan growth +1,17%, lalu ada lonjakan besar ke PT Anugrah Argon Medica Rp185,63 miliar atau 27,1% dengan growth +82,79%.

SIDO melaporkan 46,12% atau Rp1,25 triliun penjualan ke pihak berelasi, dan IKPM bahkan 64,1% lewat PT Distriversa Buanamas. Ini bukan otomatis buruk, kadang justru bikin demand lebih terjamin, tapi red flag muncul saat investor melihat terlalu banyak kenyamanan di satu ekosistem, karena pricing power, termin, sampai risiko tata-kelola ikut menempel di hubungan grup. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau dilihat statistik angka pelanggan besar yang muncul, ketimpangannya lebar. Nilai maksimum Rp1,19 triliun, minimum Rp13,10 miliar, rata-rata Rp298,10 miliar, median Rp174,53 miliar. Rata-rata jauh di atas median artinya ada outlier besar yang mengangkat rerata, yakni model distributor raksasa seperti DVLA dan MERK, sementara pemain kecil seperti OBAT BRIG terlihat punya kontrak jauh lebih kecil tapi secara persentase tetap signifikan. BRIG misalnya punya dua pelanggan di atas 10% masing-masing Rp13,54 miliar 11,8% dan Rp13,10 miliar 11,4%, satu tumbuh +28,58% dan satu turun -2,60%, ini red flag khas emiten kecil karena 1 sampai 2 kontrak saja bisa mengubah grafik setahun.

Sekarang tarik ke pola tenaga kerja dan lokasi, karena ini sering lebih jujur daripada slogan. Spektrum skalanya ekstrem, KLBF 12.784 karyawan, KAEF 9.767, TSPC sekitar 4.400, lalu SIDO 3.560, VICI 2.558, PYFA 2.341, SGH 2.313, MDLA 2.268, sampai MERK 369 dan BRIG 224, sementara INAF 21. Di sisi growth, hal positif biasanya muncul di pertumbuhan yang masuk akal dan punya alasan operasional, PYFA +20,48% karena ekspansi besar ke Australia lewat akuisisi Probiotec, BRIG +18,52% karena ekspansi grup, PEVE +2,92% dengan jaringan 34 cabang yang cenderung stabil.

Namun red flag paling nyata tetap INAF sebab jumlah karyawan anjlok -97,33% karena ini bukan efisiensi, ini dislokasi organisasi, sementara MDLA -8,25% memberi sinyal kontraksi tenaga kerja di saat tetap ada ekspansi aset, sehingga investor perlu lebih teliti membaca kualitas pertumbuhan dan produktivitasnya. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Hal positif di sektor ini muncul saat basis pelanggan tersebar, atau ketergantungan besar tapi stabil dan tidak memakan margin, ditambah struktur organisasi yang konsisten. Pola red flag muncul saat konsentrasi pelanggan terlalu ekstrem, apalagi kalau bertemu dengan transaksi pihak berelasi yang dominan, dan makin parah ketika disertai kontraksi tenaga kerja yang tidak wajar seperti INAF. Buat investor, cara cepat membaca sektor farmasi itu bukan mulai dari narasi produk, tapi mulai dari tiga peta yang paling tidak bisa bohong, peta konsentrasi pelanggan, peta transaksi pihak berelasi, dan peta tenaga kerja. Setelah tiga peta itu aman, barulah diskusi margin, arus kas, dan valuasi jadi masuk akal.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy