imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Farmasi: Lokasi Menentukan Ormas Tukang Palak

Lanjutan dari postingan sebelumnya di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Saham farmasi di Indonesia itu unik karena mereka memiliki beberapa kemiripan. Mayoritas emiten menaruh kantor pusat di Jakarta, seolah-olah kalau tidak dekat regulator dan pasar modal, keputusan bisnisnya terasa telat setengah napas. Tetapi pabriknya tidak ikut pindah ke pusat kota, karena produksi butuh lahan, logistik, dan akses jalur distribusi yang tidak bisa disulap dengan presentasi. Akhirnya terbentuk pola klasik, otak di Jakarta, otot di koridor industri Jawa Barat dan Jawa Tengah. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Pola ini terlihat rapi di atas kertas, tapi justru membuka dua jenis risiko yang sering diremehkan, ketergantungan titik logistik dan ketergantungan vendor. Investor yang cuma lihat produknya obat, suplemen, kosmetik, sering lupa bahwa rantai pasoknya bisa lebih menentukan daripada iklannya. Dan di sektor ini, beda model bisnis tipis saja, manufaktur versus distribusi, dampaknya ke margin, modal kerja, dan stabilitas arus kas bisa jauh. Jadi sebelum debat valuasi, lebih masuk akal cek dulu peta lokasi dan peta pemasoknya, karena di situ garis nasibnya kelihatan.

Dari sisi lokasi kantor pusat, Jakarta masih jadi magnet utama. Secara statistik, Jakarta dipakai sekitar 80% sebagai domisili kantor pusat, dengan total 12 perusahaan, tersebar di Jakarta Selatan, Pusat, Timur, dan Barat. Jakarta Selatan muncul sebagai klaster administrasi besar, misalnya Soho Global Health, Tempo Scan, Medela Potentia, Darya-Varia, dan Indofarma. Jakarta Pusat diisi Kimia Farma dan Kalbe Farma. Jakarta Timur terlihat pada Merck dan Ikapharmindo. Jakarta Barat muncul pada Penta Valent dan Victoria Care.

Di luar Jakarta, yang benar-benar menonjol hanya Sido Muncul yang berkantor pusat di Semarang, serta Brigit Biofarmaka yang berbasis di Sukoharjo. Jadi urusan kantor, legal, akses regulator, dan akses pasar modal, ditaruh di satu kota. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Peta pabriknya berbeda total, dan justru lebih jujur menggambarkan mesin uangnya. Semarang menjadi hub manufaktur yang paling sering muncul, dipakai sekitar 27% dalam data lokasi pabrik, lewat Sido Muncul di Klepu, Phapros di Simongan, Kimia Farma, dan Victoria Care.

Di sisi lain, koridor Bekasi, Cikarang, Cibitung jadi hub Jawa Barat yang sama kuatnya, juga sekitar 27% pemakaian lokasi pabrik, lewat Kalbe, Tempo Scan, Indofarma, dan Medela Potentia melalui entitas anak DMM. Bandung muncul sekitar 13% sebagai titik manufaktur spesifik, dipakai Kimia Farma dan Medela Potentia lewat jaringan entitas distribusinya. Bogor dan Cianjur masuk kategori lainnya, misalnya Darya-Varia di Bogor dan Pyridam di Cianjur. Sukoharjo kembali muncul sebagai basis Brigit Biofarmaka.

Pola ini bukan kebetulan, pabrik modern butuh akses pelabuhan dan jalur impor bahan baku, sementara pabrik lama sering bertahan di lokasi historis karena sudah punya ekosistem dan jaringan distribusi yang terbentuk sejak lama. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Konsekuensi dari pola lokasi ini ada dua. Pertama, efisiensi logistik memang naik karena koridor Bekasi dan sekitarnya dekat akses ekspor-impor dan distribusi Jawa, jadi biaya dan waktu pasok lebih terkendali. Kedua, konsentrasi koridor menciptakan risiko sistemik, kalau ada gangguan besar di jalur industri dan pelabuhan, efeknya bisa serentak ke beberapa emiten. Ini bukan berarti buruk, tetapi investor sebaiknya sadar bahwa banyak emiten berbeda merek ternyata berdiri di jalur yang mirip. Mungkin mereka juga pilih di situ karena dulu belum banyak ormas palaknya.

Setelah lokasi, peta vendor memberi sinyal yang lebih tajam tentang kualitas rantai pasok. Ada emiten yang basis pemasoknya lebar, ada juga yang terlihat nyaman bergantung pada satu nama besar. Tempo Scan punya pemasok yang sangat dominan, PT Nutricia Indonesia Sejahtera, dengan nilai transaksi sekitar Rp2,50 triliun di 9M 2025, turun dari Rp2,90 triliun, atau growth -13,79%. Angka sebesar ini biasanya mencerminkan skala volume dan kedalaman kerja sama, tapi sekaligus menandakan titik konsentrasi yang harus dijaga, karena kalau pemasok utama terganggu, ritme produksi bisa ikut tersendat. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Penta Valent PEVE menunjukkan cerita yang berbeda, dua vendor besarnya terlihat jelas. PT LAPI Laboratories sekitar Rp472,0 miliar, kontribusi 18,24% dan growth +69,04%. PT Meprofarm sekitar Rp241,3 miliar, kontribusi 9,32% dan growth +2,50%. Ini memberi kesan PEVE sedang mengencangkan suplai dari mitra tertentu, entah karena harga, ketersediaan, atau strategi portofolio produk. Investor boleh suka karena pertumbuhan volume vendor bisa berarti ekspansi, tetapi tetap perlu disiplin, konsentrasi pasok itu pedang bermata dua.

Sido Muncul punya vendor yang sangat khas untuk bisnis consumer health, PT Muncul Putra Offset sekitar Rp173,1 miliar, kontribusi 17,88% dari pembelian, growth +50,06%. Ini mengingatkan bahwa di jamu dan produk konsumen, kemasan dan materi cetak bisa jadi komponen besar, bukan cuma bahan aktif. Merck memperlihatkan konsentrasi kuat ke pemasok global. Ares Trading SA sekitar Rp108,2 miliar, kontribusi 25,00% dan growth -3,86%, lalu Merck and Cie sekitar Rp78,4 miliar dengan kontribusi 18,00%. Akumulasi sekitar 43% dari pembelian dikuasai dua pihak ini. Secara operasional ini bisa nyaman karena kualitas dan standarnya konsisten, tetapi secara risiko, ketergantungan pada afiliasi global membuat perusahaan sensitif pada perubahan harga transfer, pasokan lintas negara, dan dinamika kurs. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Victoria Care memberi contoh konsentrasi yang mulai menurun. Guangzhou Biqian Daily-Used sekitar Rp76,35 miliar dengan kontribusi 7,43%, turun dari 15,72% di periode pembanding. Penurunan sebesar ini bisa dibaca sebagai diversifikasi pemasok atau penurunan volume bahan tertentu. Untuk investor, sinyal seperti ini menarik karena bisa berarti manajemen sedang mengurangi satu titik ketergantungan, meskipun tetap perlu dibaca bersama data penjualan dan margin produk.

Medela Potentia adalah kasus yang paling terang soal konsentrasi, karena porsi pembeliannya terhadap PT Dexa Medica mencapai 50,04% dari penjualan neto konsolidasian, naik dari 45,19% di 2024. Ini bukan sekadar besar, ini sudah definisi ketergantungan. Jika hubungan pasoknya solid dan syarat dagangnya stabil, model ini bisa jadi mesin pertumbuhan yang rapi. Tetapi kalau ada perubahan term, harga, atau ketersediaan, dampaknya bisa cepat terasa di ketersediaan barang dan profitabilitas.

Sebaliknya, ada kelompok yang terlihat lebih aman dari risiko pemasok tunggal. Kimia Farma, Kalbe, Pyridam, Soho Global Health, dan Darya-Varia menyatakan tidak ada pembelian dari pemasok tunggal yang melebihi 10% dari penjualan neto atau pendapatan neto. Ini biasanya menandakan basis vendor lebih menyebar, sehingga shock dari satu pemasok lebih mudah diredam. Indofarma punya catatan berbeda yang patut dicermati, utang usaha terbesar ke Myland Laboratories Limited sekitar Rp71,6 miliar. Utang pemasok besar seperti ini sering jadi petunjuk tekanan modal kerja, apalagi jika kondisi likuiditas sedang ketat. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau diringkas secara statistik dari nilai kontribusi vendor yang disebut eksplisit, rentangnya lebar sekali. Maksimum sekitar Rp2,50 triliun, minimum sekitar Rp76,35 miliar. Rata-rata sekitar Rp524,19 miliar, median sekitar Rp207,19 miliar. Artinya, gambar besarnya tidak rata, ada satu dua emiten yang vendor utamanya sangat jumbo, sementara yang lain bermain di skala ratusan miliar. Ini penting karena struktur vendor sering berhubungan langsung dengan bargaining power, kestabilan bahan baku, dan pada akhirnya kestabilan margin.

Sektor farmasi kelihatan seragam karena sama-sama jual produk kesehatan, tetapi anatominya terbagi jelas. Jakarta adalah pusat kendali. Semarang dan koridor Bekasi-Cikarang adalah pusat tenaga produksi. Vendor besar adalah tulang punggung yang bisa jadi keunggulan, sekaligus titik rapuh yang harus dijaga. Investor yang ingin membaca sektor ini dengan cepat cukup pakai dua peta dulu, peta lokasi untuk melihat jalur logistik dan sejarah operasi, lalu peta vendor untuk melihat ketergantungan dan daya tawar. Setelah itu baru masuk ke margin, arus kas, dan valuasi, karena tanpa memahami dua peta tadi, diskusi apa pun sering berakhir jadi debat rasa, bukan debat data.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$SIDO $KAEF $DVLA

Read more...

1/8

testestestestestestestes
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy