Apakah $GJTL Senang Melihat Dollar Meroket dan Rupiah Nyungsep?
Lanjutan dari request member bukan di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Tidak semua perusahaan bahagia melihat Dollar naik. Di sektor ban, Dollar itu seperti cuaca, kadang jadi angin belakang, kadang jadi badai di muka. Investor sering mengira semua eksportir otomatis senang, padahal struktur utang dan mata uang pembukuan bisa membalik cerita dalam satu kuartal. Kalau mata uang fungsional perusahaan USD, penguatan Rupiah atau Baht bisa terasa seperti beban yang tiba-tiba membesar saat dikonversi. Kalau mata uang fungsionalnya Rupiah dan perusahaan pegang banyak aset USD, pelemahan Rupiah justru bisa bikin laba kurs muncul tanpa menjual satu ban pun. Tetapi kalau yang dominan utang USD, pelemahan Rupiah itu seperti cicilan yang naik sendiri. Jadi pertanyaan investor bukan Dollar naik itu bagus atau jelek, tapi investor perlu lihat posisi moneter bersih, aset moneter bersih atau liabilitas moneter bersih. Di data per 30 September 2025, empat emiten ban ini memberi contoh yang kontras, ada yang berbalik diuntungkan, ada yang tetap sensitif, ada yang tampak rapi tapi tetap rugi kurs. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Konsep dasarnya sederhana. Aset moneter bersih positif berarti kas, bank, dan piutang dalam mata uang asing lebih besar daripada utang moneter dalam mata uang asing, sehingga ketika mata uang asing itu menguat terhadap mata uang fungsional, perusahaan cenderung mencatat laba selisih kurs. Kebalikannya, liabilitas moneter bersih atau aset moneter negatif berarti utang moneter lebih besar daripada kas dan piutang, sehingga penguatan mata uang asing biasanya memukul laba lewat rugi kurs. Ini murni efek penjabaran ulang saldo moneter di tanggal laporan, jadi dampaknya bisa muncul walau operasi bisnis tidak berubah banyak.
Kasus paling menarik datang dari GJTL karena terjadi putar balik dari 2024 ke 2025. Per 31 Desember 2024, GJTL berada di posisi liabilitas moneter bersih sekitar Rp 0,75 triliun. Per 30 September 2025, posisinya berubah menjadi aset moneter bersih positif Rp 1,60 triliun. Pemicu utamanya penurunan besar utang obligasi dalam USD dari sekitar $178,9 juta menjadi nihil, jadi sisi utang valas mengecil drastis sementara aset valas masih ada. Dengan kurs akhir periode sekitar Rp 16.680 per 1 USD, saldo piutang usaha GJTL juga memuat komponen USD sekitar $188,18 juta, ditambah kas dan setara kas Rp 866,79 miliar, surat utang Rp 383,74 miliar, piutang lain-lain Rp 62,24 miliar, dan aset keuangan tidak lancar lain Rp 101,49 miliar dalam campuran mata uang asing. Efek akhirnya, GJTL mencatat laba selisih kurs bersih Rp 98,18 miliar, selaras dengan posisi aset moneter bersih yang sudah positif. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
$BRAM kebalikannya, secara posisi moneter bersih masih negatif walau membaik. Per 30 September 2025, BRAM mencatat liabilitas moneter bersih sekitar $3,55 juta, turun dari $4,70 juta di 31 Desember 2024. Artinya, untuk mata uang non USD yang relevan bagi BRAM, porsi utangnya masih lebih besar daripada asetnya. Padahal aset moneter BRAM terlihat besar, kas dan setara kas $18,08 juta, piutang usaha $25,57 juta, klaim piutang asuransi $20,00 juta, pinjaman ke pihak berelasi $30,00 juta, dan tagihan pajak $2,34 juta. Namun karena mata uang fungsional BRAM adalah USD, saldo dalam Rupiah atau Baht yang netonya lebih banyak utang akan menghasilkan rugi kurs ketika mata uang tersebut bergerak menguat terhadap USD. Itulah sebabnya BRAM tetap membukukan rugi selisih kurs bersih sekitar $115,31 ribu, walau eksposurnya sudah mengecil dibanding akhir 2024.
GDYR kelihatannya seolah otomatis aman karena basisnya USD, tetapi tetap bisa untung rugi dari mata uang non USD. Goodyear Indonesia memantau aset dan liabilitas moneter dalam mata uang selain USD, lalu semua efek penjabaran masuk ke laba rugi. Di sisi aset moneter, GDYR punya kas dan bank $9,63 juta, piutang usaha $11,32 juta dengan porsi pihak berelasi $6,4 juta, piutang lain-lain $0,40 juta, serta tagihan restitusi pajak $4,38 juta. Karena mata uang fungsionalnya USD, perubahan nilai Rupiah atau Euro terhadap USD akan langsung memantul ke laporan laba rugi. Hasil akhirnya, GDYR mencatat laba selisih kurs bersih $113,97 ribu, angkanya tidak besar, tetapi menunjukkan efek kurs tetap hidup walau bisnisnya berbasis USD. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
$TYRE adalah contoh klasik bahwa punya saldo kas valas tidak otomatis bikin aman, karena yang menentukan adalah selisih bersih antara aset dan utang valas. TYRE membukukan rugi selisih kurs sekitar Rp 1,29 miliar. Kurs yang dipakai per 30 September 2025 sekitar Rp 16.683 per 1 USD dan Rp 2.343 per 1 CNY. TYRE punya kas dan bank Rp 21,76 miliar yang memuat saldo kecil USD sekitar $220.979 dan CNY 1.781.030, dana dibatasi penggunaannya Rp 0,63 miliar, serta piutang usaha Rp 86,35 miliar. Namun perusahaan juga memiliki utang usaha dalam USD dan CNY, dan ketika kenaikan nilai utang valas lebih besar daripada kenaikan nilai aset valas saat dijabarkan ke Rupiah, hasilnya rugi kurs. Ini tipe risiko yang sering menipu investor, karena kas terlihat ada, tetapi struktur utang dagang valas yang dominan bisa membuat kurs bergerak jadi beban, bukan bonus.
GJTL sekarang berada di rezim yang lebih ramah ketika USD menguat karena posisi aset moneter bersihnya sudah positif setelah utang USD dibereskan. BRAM masih sensitif karena posisi moneter bersihnya tetap negatif, jadi pergerakan mata uang non USD bisa menekan. GDYR relatif stabil karena basis USD, namun tetap bisa mencatat laba rugi kurs dari eksposur non USD. TYRE menunjukkan sisi rawan perusahaan berbasis Rupiah yang punya utang dagang valas, karena walau ada kas valas, yang menentukan tetap netonya, bukan sekadar punya saldo USD atau CNY.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU