imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Piutang Gajah Pintar

Pertanyaan salah satu user Stockbit bukan di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Ada investor yang sangat terobsesi sama $GJTL. Masalahnya, obsesi itu sering bikin fokus pindah dari kualitas arus kas ke cerita besar dan nama besar. Padahal di bisnis ban, yang paling cepat bikin emiten kepleset bukan karena tidak laku, tapi karena uangnya nyangkut di piutang. Piutang itu kelihatan aman kalau cuma lihat angka laba, tapi baru terasa serem kalau rasio piutang besar, konsentrasi pelanggan tinggi, dan CFO tidak nempel ke piutang. Jadi cara baca yang benar bukan cuma siapa paling besar, tapi siapa paling cepat mengubah penjualan jadi uang tunai. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Per 30 September 2025, indikator paling gampang untuk menilai piutang itu ada tiga. Pertama, rasio piutang terhadap revenue, makin kecil makin enak karena penjualan tidak banyak berubah jadi tagihan. Kedua, umur piutang dan porsi yang lewat jatuh tempo, karena yang lewat jatuh tempo itu biasanya awal dari drama. Ketiga, kualitas konversi ke kas lewat rasio CFO terhadap piutang, karena piutang yang bagus itu yang benar-benar kembali jadi uang, bukan cuma angka di neraca.

Kalau investor cari yang paling rawan nyangkut di piutang, kandidat utamanya GJTL. Total piutang GJTL Rp5,25 triliun, sementara revenue 9M 2025 Rp13,12 triliun, jadi rasio piutang terhadap revenue 39,99%. Ini yang paling bengkak di antara empat perusahaan ban lain. Lebih tajam lagi, pelanggan terbesar GJTL adalah GITI Tire USA dengan porsi 46,22% dari total piutang, artinya konsentrasi tinggi, jadi kalau ada perubahan siklus order atau terms pembayaran dari satu pihak ini, efeknya langsung terasa ke kas. Di sisi yang menenangkan, GJTL mencatat piutang lancar 100% dan penurunan nilai 0%, tapi tetap ada satu sinyal yang bikin investor wajib waspada, CFO terhadap piutang cuma 20,84% yang terendah. Jadi secara sederhana, tagihannya besar, tetapi kecepatan berubah jadi kas lebih pelan dibanding yang lain.

Yang paling aman secara disiplin piutang adalah Goodyear Indonesia $GDYR. Piutang 30 Sep 2025 sekitar $11,32 juta, revenue $120,28 juta, jadi piutang terhadap revenue cuma 9,41% yang paling kecil. Umur piutangnya juga relatif bersih, 81,53% belum jatuh tempo, yang lewat 30 hari hanya 2,92%, dan penurunan nilai 0%. Dari sisi kualitas kas, CFO $6,22 juta berarti CFO terhadap piutang 54,94%, ini kuat. Ditambah kas dari pelanggan $135,92 juta lebih besar dari revenue, jadi bukan cuma jualan, tapi penagihan piutang lama juga jalan.

King Tire Indonesia $TYRE posisinya juga enak, walau bukan serendah Goodyear. Piutangnya Rp86,35 miliar, revenue Rp451,74 miliar, jadi piutang terhadap revenue 19,11%. Struktur umur piutang mayoritas aman, 92,62% belum jatuh tempo, lewat 30 hari hanya 0,79%, dan penurunan nilai 0%. Yang bikin King Tire terlihat paling mantap dari sisi penagihan adalah CFO Rp53,29 miliar, jadi CFO terhadap piutang 61,72% yang tertinggi di grup ini. Artinya, piutang tidak cuma numpuk, tapi cepat balik jadi amunisi operasional. Laba bersihnya juga positif Rp19,55 miliar, jadi tidak bergantung pada akuntansi doang.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Indo Kordsa itu kasus yang beda. Dari sisi piutang, sebenarnya rapi, bahkan makin ringan. Piutang turun dari $40,83 juta ke $25,57 juta, turun 37,36%. Umur piutangnya hampir semuanya belum jatuh tempo, 99,71% lancar, lewat jatuh tempo 0%, penurunan nilai 0%. Rasio piutang terhadap revenue 27,21% itu menengah, tidak sekecil Goodyear, tapi juga tidak segede GJTL. Namun Indo Kordsa rugi bersih sekitar $0,10 juta walau CFO positif $7,50 juta. Jadi isu Indo Kordsa di periode ini bukan piutang macet, melainkan profitabilitas yang sedang seret, sementara kas operasional masih masuk, kemungkinan besar karena dinamika non-kas dan pergerakan modal kerja yang kebetulan mendukung CFO.

Goodyear paling disiplin soal piutang karena rasio piutang kecil dan konversi CFO kuat. King Tire paling jago menagih karena CFO terhadap piutang paling tinggi dan umur piutangnya juga bersih. Indo Kordsa piutangnya tampak aman tapi labanya yang jadi pekerjaan rumah. GJTL bukan berarti piutangnya jelek atau macet, karena penurunan nilai 0% dan status lancar tercatat 100%, tapi ukuran piutang yang hampir 40% dari revenue ditambah konsentrasi pelanggan 46,22% dan CFO terhadap piutang yang paling rendah membuat GJTL jadi yang paling sensitif kalau siklus penagihan melambat.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy