Skedar bacaan aja
Klo kemarin bahas aturan OJK tentang minimum equity perusahaan asuransi (KPPE), skrng bahas aturan OJK tentang minimum modal inti perbankan (KBMI) minimal 6T yang baru di bahas kemarin akhir tahun 2025, Menariknya disini itu cukup banyak perbankan yang modal intinya itu masih di bawah 6T
1. Kategori Aman
Bank yang secara permodalan sudah sangat dekat dengan target Rp6 triliun.
- Bank IBK Indonesia (AGRS): Fokus pada korporasi yang terhubung dengan perusahaan Korea. Kekurangan modal hanya Rp194 miliar.
- Bank Mestika (BBMD): Bank daerah yang kuat di Medan/Sumatra Utara. Kekurangan modal Rp651 miliar.
2. Kategori Moderat
Bank dengan selisih modal menengah (antara Rp1,2 - Rp1,9 triliun).
- Bank QNB Indonesia (BKSW): Fokus pada Wholesale Banking. Mengandalkan suntikan langsung dari induknya di Qatar.
- Bank Arta Graha Internasional (INPC): Terhubung dengan ekosistem Tomy Winata (TW). Rencana menambah modal lewat private placement.
- Bank Victoria (BVIC): Bank komersial konvensional. Sedang aktif mencari investor asing atau lokal.
- Bank Neo Commerce (BBYB): Bank digital yang fokus pada kredit konsumer. Rencana rights issue.
- Bank Maspion (MASB): Kolaborasi dengan Thailand. Mendapat dukungan kuat dari KBank Thailand.
- Bank NOBU (NOBU): Bagian dari ekosistem Grup Lippo. Rencana rights issue dengan dukungan grup Hanwha (Korea).
3. Kategori Bahaya
Bank dengan selisih modal yang besar (di atas Rp2 triliun) dan butuh aksi korporasi serius.
- Bank JTrust (BCIC): Koneksi investasi Jepang dan Korea. Mengandalkan dukungan penuh JTrust Group.
- Bank Oke Indonesia (DNAR): Fokus pada korporasi dan ritel. Didukung oleh OK Financial Group (Korea).
- Bank MNC Internasional (BABP): Bagian dari grup HT (Hary Tanoe). Butuh suntikan besar setelah batal merger dengan NOBU.
- Bank Ina Perdana (BINA): Bagian dari ekosistem Grup Salim (Indomaret/Indofood). Kemungkinan merger dengan bank lain milik Salim.
- Bank Ganesha (BGTG): Fokus pada kredit korporasi dan pinjaman KTA (EasyCash). Menimbulkan spekulasi akuisisi oleh bank digital lain.
- Bank Raya Indonesia (AGRO): Bank digital anak usaha BRI. Rencana rights issue.
- Krom Bank Indonesia (BBSI): Penyalur kredit untuk Kredivo (Paylater). Rencana rights issue.
-Bank Amar Indonesia (AMAR): Pemilik produk Tunaiku. Didukung oleh Tolaram Group sebagai pengendali.
- Bank Aladin Syariah (BANK): Syariah digital dengan model O2O (Online to Offline). Membutuhkan mitra strategis.
-Bank Bumi Arta (BNBA): Bagian dari ekosistem Ajaib. Memerlukan suntikan dana dari Grup Ajaib.
4. Kategori Kritis
Bank yang modalnya masih sangat jauh dari ketentuan.
- Panin Dubai Syariah (PNBS): Modal intinya bahkan sedikit di bawah ketentuan minimum KBMI 1 (Rp3 triliun). Sangat butuh rights issue.
- Bank Banten (BEKS): Memiliki gap terbesar (Rp4,2 triliun). Berisiko turun kelas atau dipaksa merger dengan bank daerah lain
Dah sekian terima gaji馃ぃ馃ぃ
Random tag
$INET $BUMI $BNBA