imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PANI $SMSM $ASII

Banyak banget investor pemula (bahkan yang udah lumayan lama juga) sering kejebak cuma liat Net Profit alias Laba Bersih di laporan laba rugi. Padahal, laba itu masih "angka akuntansi" alias di atas kertas doang. Ada istilah keren: "Profit is an opinion, Cash is a fact."

Laba bisa dipoles-poles pake kebijakan akuntansi, tapi uang kas yang keluar masuk bank itu jujur banget. Yuk, kita bedah cara baca Laporan Cash Flow di Stockbit biar nggak kena jebakan betmen!

Di Stockbit, kalian tinggal buka menu Financials > Cash Flow, terus fokus liat 4 poin utamanya:

1. Arus Kas Operasi (CFO): Si Jantung Bisnis
Ini yang paling penting. CFO itu duit masuk-keluar dari jualan barang atau jasa.

Sehatnya: CFO harus POSITIF.

Red Flag: Kalau labanya 1 Triliun tapi CFO-nya MINUS, itu bahaya banget! Berarti barangnya laku tapi duitnya nggak masuk-masuk (piutang macet) atau abis buat bayar supplier doang. Bisa bangkrut itu perusahaan walau kelihatan untung.

2. Arus Kas Investasi (CFI): Mesin Masa Depan
Ini urusan beli aset kayak mesin, gedung, atau tanah.

Sehatnya: Biasanya MINUS. Lho kok minus bagus? Iya, soalnya artinya perusahaan lagi "belanja" (Capex) buat ekspansi biar makin gede.

Red Flag: Kalau CFI tiba-tiba POSITIF gede, mending cek dulu. Jangan-jangan mereka lagi jual pabrik atau jual tanah buat bertahan hidup.

3. Arus Kas Pendanaan (CFF): Urusan Dompet & Utang
CFF itu duit dari pinjeman bank atau urusan bagi dividen.

Sehatnya: Idealnya MINUS. Artinya perusahaan rajin bayar cicilan utang atau lagi bagi-bagi dividen ke kita.

Red Flag: Kalau CFF POSITIF terus, artinya perusahaan hobi narik utang baru mulu atau dikit-dikit minta duit ke pemegang saham (Right Issue).

4. Free Cash Flow (FCF): Uang "Dingin" Milik Kita
Nah, di Stockbit enaknya data ke-4 ini udah langsung disediain. Ini poin paling sakti buat saya. FCF itu sisa duit setelah perusahaan bayar operasional dan belanja aset.

Kenapa Penting? Karena perusahaan bagi dividen itu pake FCF, bukan pake laba! Kalau FCF-nya melimpah, dividen kalian pasti aman dan bisa naik terus. Contoh saham yang FCF-nya seger bugar itu kayak SMSM atau BBRI.

Jurus Cepat Nilai Perusahaan:
CFO (+), CFI (-), CFF (-), FCF (+): Ini JUARA. Dapet duit dari jualan, bisa ekspansi, bayar utang, dan masih ada sisa duit (FCF). Contoh: SMSM atau ASII.

CFO (+), CFI (-), CFF (+), FCF (Variatif): Lagi Ekspansi Agresif. Jualan untung, tapi butuh utang buat proyek gede. Contoh: PWON pas lagi bangun superblok baru. Masih oke, asal utangnya nggak kebablasan.

CFO (-), CFI (-), CFF (+), FCF (-): BAHAYA. Jualan rugi, ekspansi pake utang, dan nggak ada sisa kas. Skip aja yang beginian. Contoh: nya ini Ytta

Kesimpulan
Lain kali kalau screening saham, jangan cuma silau liat laba naik. Cek arus kasnya, liat FCF-nya. Perusahaan tanpa kas itu ibarat mobil mewah tapi nggak ada bensinnya; mentereng di luar, tapi nggak bakal jalan jauh.


Disclaimer: Bukan ajakan beli/jual. Do your own research.

Read more...

1/2

testes
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy