imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Apakah Bisa Menjalankan Strategi Hedging Melawan Lemahnya Rupiah pada Dollar dengan Menggunakan Saham $FWCT?

Lanjutan dari postingan sebelumnya tentang saham Crossover di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Rupiah sering jadi korban ketika pasar global lagi cari aman ke Dolar Amerika Serikat (USD). Investor yang cuma pegang aset berbasis Rupiah biasanya baru sadar setelah harga barang impor naik. Masalahnya, hedging manual pakai USD atau instrumen derivatif tidak selalu praktis buat semua investor.

Di bursa saham, ada tipe emiten yang secara alami dapat angin belakang saat USD menguat. Ini bukan sulap, cuma mekanika akuntansi dan arus kas yang kebetulan pro-USD. Tetapi jangan terbuai, tidak semua yang kelihatan pro-USD benar-benar melindungi portofolio. Ada yang untung kurs di laporan, tapi bisnis intinya justru berdarah-darah. Jadi tujuan investor bukan cari cerita USD, tapi cari emiten yang USD-nya nyambung ke kas dan disiplin biaya. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) bisa masuk kategori hedging play karena punya dua jalur eksposur.
Jalur pertama lewat core operasional, penjualan condong ke ekspor sehingga banyak tagihan dan kasnya mengalir dalam USD, sementara banyak biaya tetap dibayar dalam Rupiah.
Jalur kedua lewat jalur moneter, FWCT punya posisi aset moneter bersih USD sekitar USD 5,806 juta setara Rp96,85 miliar, artinya saat USD naik, nilai bersih aset USD itu naik dalam pembukuan Rupiah dan berpotensi jadi laba selisih kurs.

Buktinya bisa kita lihat dari laba kurs FWCT di LK 9M 2025 Rp4,70 miliar melonjak dari Rp67,4 juta. Secara intuisi, kalau kurs bergerak Rp1.000 per USD, efek kasarnya sekitar Rp5,8 miliar ke nilai posisi moneter, walau realisasi akhirnya tetap tergantung kapan revaluasi terjadi dan apakah aset USD itu dipakai atau ditahan.

Yang bikin FWCT lebih layak disebut hedge dibanding sekadar akun valas pasif adalah kualitas konversi kasnya. Penerimaan kas dari pelanggan Rp1,140 triliun hampir menempel dengan revenue Rp1,144 triliun, ini sinyal penjualan cepat jadi uang. Itu nyambung dengan days sales outstanding (DSO) sekitar 9 hari dan cash conversion cycle (CCC) di bawah 15 hari, jadi modal kerja tidak lama nyangkut.

Di sisi lain, investor tetap wajib lihat bantalan margin FWCT, karena gross profit margin (GPM) FWCT turun ke 12,1%, operating profit margin (OPM) 6,5%, net profit margin (NPM) 4,0%. Artinya USD bisa bantu laba kurs, tapi kalau cost of goods sold (COGS) lari lebih kencang, efek hedge jadi berasa kecil di laba bersih. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Perbandingannya menarik kalau disandingkan dengan emiten properti yang juga punya aset moneter neto USD positif seperti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Puradelta Lestari Tbk ($DMAS), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST), dan PT Roda Vivatex Tbk (RDTX). Pada mereka, hedge-nya lebih mirip payung neraca, kas dan deposito USD yang nilainya naik saat Rupiah melemah, tetapi mesin pendapatan intinya tetap dominan Rupiah. Jadi efeknya sering terasa sebagai penyangga laporan, bukan akselerator bisnis. FWCT beda rasa karena USD bukan cuma parkir di bank, tetapi ikut mengalir lewat ekspor dan cepat menjadi kas.

Bandingkan juga dengan emiten yang posisinya kebalikan, liabilitas moneter neto valas, seperti PT Modernland Realty Tbk (MDLN), PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), PT Pakuwon Jati Tbk ($PWON), dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA). Untuk kelompok ini, USD menguat itu seperti bunga utang yang membesar dalam Rupiah, jadi mereka cenderung anti-hedge. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Di sektor kayu, PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) paling mirip FWCT karena orientasi ekspor tinggi 85,7% dan juga punya posisi aset moneter USD positif, sehingga karakternya sama-sama pro-USD. Sebaliknya PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) menunjukkan jebakan klasik, punya ekspor juga, tetapi utang USD lebih dominan sehingga netonya negatif USD 20,78 juta, jadi USD menguat bisa berubah jadi pukulan.

Jadi FWCT bisa dipakai investor sebagai hedging play ketika ingin punya bagian portofolio yang cenderung terbantu saat USD menguat, karena ada kombinasi posisi moneter USD yang positif, arus kas operasi (cash flow from operations, CFO) yang nyata, dan putaran kas yang cepat.

Tetapi FWCT ini bukan hedge sempurna, karena tetap ada risiko utama yang tidak ada hubungannya dengan kurs, yaitu margin produksi, ekspansi capex yang membuat free cash flow (FCF) negatif, serta konsentrasi pelanggan ekspor. Jadi tujuan memegang FWCT untuk hedging itu bukan menghilangkan risiko Rupiah sampai nol, melainkan menambah penyeimbang saat sebagian portofolio lain justru terpukul ketika USD menguat.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/9

testestestestestestestestes
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy