Jumlah Modal, Mentalitas, dan Rasa Cukup
(Pelajaran dari Tahun 2025)
Inti tulisan ini adalah bahwa memang memiliki modal yang besar dan rasa cukup bisa membuat perjalanan mengarungi bursa menjadi lebih nyaman.
Iseng dengan budget besar itu bisa menghasilkan hasil yang besar juga kan? tapi yang lebih penting kalau modalnya buesar, budget isengnya juga berarti akan besar dan kalau beruntung sampai bagger yaa besar juga keuntungannya, kalau gagal namanya budget iseng. Sederhananya kalau budget iseng 10% maka:
a. 10% dari 100 juta itu 10 juta,
b. 10% dari 10 milyar berarti 1 milyar
dannn bagger dari 10 juta adalah 10 juta, kalau bagger dari 1 milyar ya 1 milyar.
persentase isengnya sama 10%, persentase keuntungan dari isengnya juga sama 100% tapi karena total modalnya berbeda maka akan berbeda juga keuntungannya.
Tapiii, jangan berkecil hati, 10 milyar itu tak akan jadi 10 milyar kalau dikurangi 100 juta. Dan orang yang tiba-tiba punya 10 milyar dengan mudah akan beda mentalitasnya dengan orang yang beberapa tahun sebelumnya memulai dan mengembangkan dari 100 juta.
Sebagian besar orang yang bisa punya budget iseng adalah orang yang pernah berjuang, karena tahu beratnya mengumpulkan dan menjaga apa yang sudah dipunyai.
Namun kalau memang sudah ada bakat menjadi UNHWI bahkan triliuner maka selalu ratusan persen tiap tahun dari porto adalah hal yang perlu diwujudkan, kalau saya sudah cukup, sudah tidak mengejar pertumbuhan persentase lagi.
terakhir saya memohon maaf apabila saya mengabaikan apa yang pernah saya katakan, karena lingkungan akhirnya saya juga terjerembap ke arena permainan yang tidak pernah saya bayangkan akan saya nikmati lagi.
_________________________________
Berikut tulisan panjangnya.
Tahun 2025, lebih tepatnya paruh kedua 2025 karena informasi dari mentor panutan saya dan informasi (stockpick) dari stream di stockbit, yang tentu dari user yang menurut saya track record-nya jelas, saya putuskan untuk mulai ikut mengambil saham-saham narasi yang sejujurnya secara kinerja tidak begitu saya pahami.
Awalnya tidak pernah terbersit sedikit pun bahwa saya akan beli saham-saham yang akan atau dengan PER VOC (meminjam istilah pria terganteng di Stockbit) tanpa dasar kinerja yang jelas sama sekali.
Betul saya pernah beli saham yang PE-nya besar bahkan minus tetapi saya saat itu memahami bagaimana kinerjanya ke depan. Kinerja maksudnya adalah kinerja laba bukan kinerja harga sahamnya.
Namun karena mentor-mentor yang saya ikuti kuat sekali memberikan sinyal untuk ikut permainan narasi, dan kebetulan salah satu narasinya sangat menarik untuk saya, akhirnya saya masuk. Normalnya untuk saya, saya hanya akan masuk ke saham yang tidak jelas untuk saya maksimal satu saham 1% dari total modal di RDN, tetapi karena dukungan semesta yang luar biasa, entah bagaimana saya membenamkam 30% total modal RDN saya ke saham narasi. Hal gila untuk saya, apalagi kalau ingat sejak 2024 saya sudah khawatir dengan kondisi ekonomi yang secara struktural sudah tidak karuan.
Meskipun sebenarnya muncul angka 30% itu bukan murni dari sisa modal RDN tetapi sebagian porsi uang dingin yang niat awalnya saya siapkan untuk digerakkan ketika badai datang. Namun karena petuah mentor-mentor yang saya percayai dan akun andalan stockbit akhirnya saya gerakkan terlebih dahulu sebagian modal saya.
Kalau ditanya "dulu biasanya menulis apa yang mau dibeli atau apabila ada insight kenapa sekarang tidak?"
Untuk saya alasannya ada dua,
yang pertama karena ide aslinya bukan dari saya. Dalam aksi ini saya benar-benar contek persis stockpick mentor dan orang yang saya percayai atau sekedar mengikuti orang dengan track record baik di stockbit.
Kalau ditanya apakah selalu cuan, jawabannya tentu tidak. Dari 9 saham yang saya contek ada satu yang belum bergerak bahkan cenderung menurun tetapi secara valuasi memang bukan PER VOC dan memang sepertinya tidak ada niatan jualan ke bule.
Saya tentu tak mungkin membagikan kembali tulisan dan ide orang lain. Saya juga tidak punya kompetensi sama sekali soal narasi jadi daripada saya plagiat ide orang lain, saya biarkan dan nikmati/risikokan sendiri begitu saja.
alasan kedua, kenapa saya tidak menulis sama sekali soal saham narasi yang saya ikuti. Tentu karena risikonya yang tinggi dan tak bisa saya ukur. Kalau dibilang "gila ya bahkan risiko atas saham yang dibeli saja tidak tahu?"
agak memalukan sebenarnya karena biasanya saya menulis harus membeli yang diketahui, atas apa yang saya lakukan kemarin, bukan saja menjilat ludah sendiri tetapi sudah meminum ludah sendiri wkwk.
Namun, dari kegilaan yang saya lakukan itu (membeli saham narasi yang tidak saya pahami) memberikan saya feel dan pengalaman bahwa memang jika target modal kita sudah terlewati maka kita akan jadi jauh lebih santai dan lebih bebas untuk melakukan lebih banyak hal. Termasuk melakukan hal-hal yang dulu kita anggap gila.
Contoh dari paragraf di atas adalah misal, ketika sudah punya rumah, mobil dan tabungan sekolah anak, serta Kas atau setara kas dan investasi sudah di 10M (misalnya) maka target atau batas akhir sudah terlampaui jika ternyata barangnya (rumah mobil dst) telah tersedia dan kas setara kas ada di 20M maka "iseng" dengan 3M tidak akan jadi masalah.
Kalau ditanya 3M besar? tentu. buat saya sampai sekarang 3M besar tetapi 3M ini sudah, bonus yang kalau sampai amit-amit menguap ya sudah masih ada sisanya, masih ada lainnya.
Kemudian, misalkan akan ada badai, masih ada 7M lainnya yang bisa digerakkan.
Kemudian enaknya punya target yang sudah dilampaui, tidak ada feel deg-deg an atau gugup berlebihan. Saya ingat betul dulu pernah main sembarangan di waran, begitu naik 100% lebih dalam tiga hari bikin kepikiran terus bahkan saya sering diam-diam di tengah rapat ke kamar mandi hanya untuk lihat berapa harganya. padahal waktu itu nilainya tak sampai 1/10 dari isengnya saya saat ini.
Kalau sekarang, bahkan pernah seminggu tidak saya buka RDN saya.
Benar-benar santai dan "bodo amat" wkwk.
Waktu sudah naik sampai ratusan persen juga tidak ada rasa gugup atau deg-deg an sama sekali. Kalaupun turun juga sama, santai. Begitu TP sudah tinggal tunggu waktu lalu masuk saham narasi lainnya. Benar-benar gila kalau dipikir lagi hahaha.
Jika dibilang itu kan yang berhasil, kalau yg gagal?
kebetulan yg gagal dan belum naik itu masih 50:50 peluangnya dan saham itu sebenarnya ada kinerjanya, yg jelas belum PER VOC dan belum dimiliki konglomerasi.
Saya akhirnya juga membuktikan bahwa jika sudah 11 bahkan mungkin 13 digit maka jika masih mampu tumbuh ratusan bahkan ribuan persen setahun memang ada bakat untuk jadi orang super duper kaya. Buat saya, tidak ada niat sama sekali untuk jadi seperti itu makanya dititik ini saya sudah melihat nominal yang bertambah bukan persentasenya, sudah bukan kolam saya lagi, kalau secara portofolio tahun 2025 ternyata bisa mendekati 200% pure keberuntungan dan terima kasih untuk mentor-mentor dan stockbitor andalan.
Untuk 2026, target saya sepertinya tidak berubah, tinggal menambahkan 20% ke target dan sisanya berarti budget iseng. Namun saya benar-benar hanya fokus di satu saham untuk yang ikut narasi. Dan lucunya, total nilai saham iseng saya tersebut sudah lebih besar dari saham utama yang saya pegang dari beberapa tahun lalu.
Tahun 2026, jelas saham narasi itu yang akan dijual, core stock saya meskipun potensinya lebih kecil akan saya biarkan mengendap.
Kalau badai datang, yg benar-benar punya kinerja laba yang bertahan bukan yang kelihatan bagus.
Yang dibutuhkan ketika badai itu kekuatan di saat tersebut bukan kekuatan yang katanya akan terjadi besok atau lusa.
narasi lagi atau tidak, saya ikut saja apakah ada kabar baru atau tidak. Tapi yang jelas semakin lama maka saya akan semakin takut dan semakin tidak ingin kehilangan uang.
Terima kasih sebesar-besarnya kepada mentor yang mengajarkan saya mengenal pemikira Soros dan tentu saham narasi yang begitu lezat haha.
saya juga memohon maaf dengan sangat yaa sering koar-koar beli yang diketahui eh malah ikut beli saham karena sinyal dari mentor dan stockbitor andalan hehehe. sekali lagi mohon maaf dengan sangat. saya tidak mengajak bukan karena saya jahat, justru karena tidak ingin ambil risiko jadi biarlah yang gila-gila saja yang ikut.
Jika pembaca belum tahu siapa mentor saya dan stockbitor andalan yang begitu ganteng yang saya contek persis stockpicknya mungkin perlu menggali lebih banyak.
Kenapa tidak saya sebutkan saja orangnya? supaya mentor saya tersebut dan stockbitor andalan tidak direpoti pertanyaan-pertanyaan dasar. Sambil mencari sambil belajar yaa.
Gapapa persentase keuntungan kalian kalah $ADES $TSPC dibanding DATA KETR DEWA BUMI, yang penting terus bertumbuh dengan luar biasa yaa.
Terima kasih DATA KETR DEWA untuk tahun 2025-nya.
Semoga eca dan aci bisa dijual dengan senang dan membahagiakan untuk bumi di tahun 2026.
sekian, semoga senantiasa yang terbaik untuk kita semua.