Sektor-sektor di $IHSG yang trending saat ini dan yang berpotensi unggul ke depan (2026 - 2030) berdasarkan data pasar, dinamika ekonomi domestik, dan tren global:
1. Sektor Basic Materials / Bahan Dasar
Menguat sepanjang 2025 & diproyeksikan tetap menjadi penggerak pasar pada 2026. Termasuk industri bahan kimia, semen, logam & mineral. Didukung oleh harga komoditas yang tetap tinggi dan permintaan global akan material industri. Kebijakan pemerintah yang fokus pada hilirisasi mineral memperkuat sektor ini dari sisi fundamental.
Outlook jangka menengah:
Positif karena masih banyak proyek hilirisasi dan ekspor komoditas bernilai tambah.
2. Sektor Konsumer (Consumer Staples & Discretionary)
Konsumsi domestik tumbuh kuat karena daya beli masyarakat mulai pulih. Consumer staples (barang kebutuhan pokok) relatif defensif dan stabil. Consumer discretionary (non-pokok) tumbuh seiring kenaikan belanja masyarakat.
Faktor pendorong:
Urbanisasi & kelas menengah yang berkembang serta kebijakan fiskal pemerintah yang mendukung daya beli.
3. Teknologi & Digital Economy
Sektor teknologi di IHSG sempat mencatatkan performa luar biasa (pertumbuhan ganda hingga triple-digit di 2025). Pertumbuhan digitalisasi, e-commerce, fintech, dan adopsi AI & cloud menjadi katalis utama. Ekspansi infrastruktur digital & dukungan asing (mis. investasi teknologi) memperkuat tren ini.
Prospek 2026:
Jangka panjang masih menarik, tapi volatilitas tinggi, cocok untuk strategi growth/swing.
4. Industri dan Infrastruktur
Pemulihan manufaktur, pembangunan infrastruktur nasional, proyek logistik & energi hilir terus mendorong sektor ini.
Kontribusi terhadap GDP & serapan tenaga kerja signifikan. Terkait juga dengan proyek strategis nasional (industrial park, transportasi). Sektor ini lebih value/real economy dan cocok untuk investor jangka panjang.
5. Energi & Tambang
Walaupun kinerja sektor energi relatif lebih moderat dibanding teknologi atau material, langkah pemerintah untuk menekan output untuk menjaga harga komoditas bisa mengangkat profitabilitas emiten tambang komoditas besar seperti nickel & coal. Indonesia juga menarik investor EV global karena cadangan nikel besar.
Outlook:
Stabil hingga bullish, didukung oleh permintaan energi & logam strategis.
6. Keuangan (Financial & Perbankan)
Sektor perbankan relatif stabil namun pertumbuhannya moderat. Pasar masih wait-and-see terhadap kinerja BUMN dan kredit. Fundamental kuat tapi kurang “flashy” dibanding sektor teknologi atau bahan dasar.
Prospek:
Lebih cocok sebagai sektor defensif dengan dividen stabil, bukan sektor “hot money”.
*Tren Masa Depan yang Perlu Dipantau:
7. Energi Baru & Terbarukan (EBT)
Meski belum tergarap sepenuhnya, sektor EBT mulai menarik perhatian investor sebagai bagian dari green transition. Ini bisa jadi tema besar jangka panjang (2027–2030) jika pemerintah mempercepat kebijakan insentif dan investasi.
SALAM TECHNO-FUNDAMENTAL 🙌
