Jika Indonesia langsung berhenti total menambang batubara (stop mendadak, tanpa transisi), dampaknya sangat besar dan berlapis, dari listrik, ekonomi, sampai stabilitas sosial. Gambaran ringkasnya: shock nasional. Berikut analisisnya secara sistematis.
1. Listrik & Energi: Risiko Blackout Nasional ⚡
±60–67% listrik Indonesia masih dari PLTU batubara.
Stop tambang = pasokan PLTU terhenti dalam hitungan minggu–bulan (stok batubara terbatas).
Dampak:
Pemadaman bergilir masif (industri duluan kena).
PLTG/PLTD (gas & diesel) tidak cukup kapasitas dan jauh lebih mahal.
Tarif listrik bisa melonjak 2–4 kali lipat jika diganti diesel/LNG impor.
👉 Tanpa transisi = blackout + inflasi energi
2. Ekonomi Makro: PDB & Devisa Ambruk 📉
Batubara itu urat nadi ekonomi tertentu.
Dampak langsung:
Ekspor batubara ± USD 30–40 miliar/tahun → hilang.
PDB nasional bisa turun 2–4% langsung.
Rupiah tertekan karena:
Devisa ekspor hilang
Impor energi naik (LNG, BBM)
APBN:
Royalti, PNBP, pajak batubara puluhan triliun hilang.
Negara harus subsidi listrik lebih besar → defisit APBN melebar.
3. Tenaga Kerja & Sosial: Ledakan Pengangguran 👷
Ratusan ribu pekerja langsung (tambang, kontraktor).
Jutaan tidak langsung (logistik, pelabuhan, UMKM daerah).
Daerah paling terdampak:
Kalimantan Timur & Selatan
Sumatra Selatan
Risiko:
Lonjakan pengangguran
Penurunan daya beli
Potensi konflik sosial daerah tambang
4. Industri Strategis: Lumpuh Bertahap 🏭
Industri yang paling cepat kolaps:
Smelter nikel
Semen
Baja
Pupuk
Tekstil
Data center
Karena:
Listrik tidak stabil
Biaya energi melonjak
Investor kabur
👉 Hilirisasi justru mati, padahal itu andalan pemerintah.
5. Lingkungan: Ada Untung, Tapi Tidak Instan 🌱
Positif:
Emisi CO₂ turun signifikan
Polusi udara membaik
Tekanan lingkungan tambang hilang
Namun…
Jika diganti diesel/LNG impor:
Emisi belum tentu turun banyak
Ketergantungan energi luar negeri naik
6. Geopolitik & Regional 🌏
Negara importir (India, China, ASEAN) kejut pasokan.
Indonesia dianggap tidak reliable supplier → reputasi dagang turun.
Bisa memicu:
Penurunan kontrak jangka panjang
Klaim hukum internasional (offtake agreement)
Kesimpulan Singkat (Tanpa Basa-Basi)
Stop mendadak tambang batubara =
❌ Blackout nasional
❌ Inflasi energi
❌ PHK massal
❌ PDB & rupiah tertekan
❌ Hilirisasi mati
✅ Lingkungan membaik (tapi tidak optimal)
👉 Indonesia TIDAK bisa stop batubara secara mendadak tanpa krisis besar.
Yang Masuk Akal: Bukan “STOP”, tapi “TURUN BERTAHAP”
Model realistis:
Moratorium tambang baru
Co-firing → gas → nuklir/EBT
PLTU dipensiunkan bertahap (20–30 tahun)
Batubara dipakai khusus industri strategis sementara
Daerah tambang disiapkan ekonomi pengganti
$ITMG $PTBA $ADRO