January 2026 adalah bulan ke-7 saya resmi menjadi trader receh full-time di pasar saham.
6 bulan menggunakan Livin, dan 3bulan terakhir menggunakan Stockbit.
Beberapa hari lalu, seorang teman di dunia nyata—yang selama ini hanya menjadi silent reader di Stockbit—memberi saya satu nasihat.
Bukan dengan nada menggurui, tapi cukup jujur untuk membuat saya berhenti sejenak.
Beliau berkata, jika saya terus menggunakan metode trading yang sama seperti di semester pertama, maka selamanya saya akan menjadi trader receh.

Trader yang menghabiskan 12–14 jam per hari hanya untuk menatap layar.
Kalimat itu tidak sepenuhnya menyalahkan, tapi cukup untuk menyadarkan.
Karena saya tahu, itu benar.

Selama ini saya memang memilih metode ZERO risk – low return.
Mindset saya sederhana: cuan tipis tidak apa-apa, asal konsisten yang penting tidak boleh rugi dan
Jika dilakukan ribuan kali, hasilnya tetap akan besar.
Secara matematis, itu bekerja.
Namun hidup tidak selalu tunduk pada logika angka.

Beliau lalu mengatakan satu hal yang lebih dalam:
seorang trader profesional bukanlah trader yang menghindari risiko,
melainkan trader yang mengelola, menerima, dan berteman dengan risiko.
Trader profesional memahami bahwa:
Win rate tidak perlu sempurna, cukup 60–70%
Kerugian bukan musuh, selama cut loss dilakukan dengan sadar

Tujuan utama bukan sekadar tidak rugi, tetapi saldo yang terus bertumbuh
Sebaliknya, trader yang terlalu takut rugi
akan cenderung sibuk MENJAGA SALDO,
bukan MENUMBUHKANNYA.
High risk memang selalu berjalan berdampingan dengan high return.
Dan metode yang saya gunakan selama enam bulan terakhir—jujur saya akui—adalah metode yang sangat aman.

Hampir semua transaksi ZeRo RISK tapi menuntut harga yang tidak kecil: waktu, fokus, dan kehadiran hidup.
Dua belas hingga empat belas jam sehari menatap layar
perlahan terasa bukan lagi disiplin,
melainkan keterikatan.

Padahal sejak awal, tujuan saya bukan hanya cuan.
Tujuan saya terjun di bursa adalah financial freedom, time freedom, dan location freedom.

Dan di titik ini, saya harus jujur pada diri sendiri:
metode yang membawa saya sejauh ini,
tidak akan membawa saya ke tempat yang ingin saya tuju.

Maka di semester kedua perjalanan saya sebagai trader receh full-time,
saya memilih untuk belajar hal yang selama ini paling saya hindari.
Saya ingin belajar fast trade.
Saya ingin berani masuk ke high risk.
Dan yang paling sulit bagi saya: belajar cut loss.
Bukan untuk berjudi.
Bukan untuk membuktikan apa pun pada siapa pun.
Melainkan untuk BERTUMBUH memastikan PORTO GROW

Semester dua bukan tentang menjadi trader yang lebih hebat.
Semester dua adalah tentang menjadi pribadi yang lebih jujur
pada tujuan hidupnya sendiri.

$BULL
$INET
$GOTO

Read more...

1/2

testes
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy