imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

📈 Harga Nikel Naik ke Level Tertinggi 9 Bulan

Harga nikel forward 3 bulan di London Metal Exchange naik +5,2% sejak awal pekan ke level US$16.646/ton per 31 Desember 2025 — menandai level mingguan tertinggi dalam 9 bulan terakhir dan melanjutkan tren kenaikan belakangan ini di mana harga nikel telah naik +13,5% MoM — setelah Indonesia sebagai produsen terbesar dunia menyampaikan rencana pengurangan pasokan guna menopang harga. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi kabar bahwa pemerintah berencana memangkas produksi bijih nikel nasional pada 2026, meski tidak merinci jumlahnya lebih lanjut. Bahlil mengatakan bahwa rencana tersebut ditujukan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan nikel di pasar global.

Sebelumnya, Sekretaris Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia, Meidy Katrin Lengkey, mengatakan pada pertengahan Desember 2025 bahwa pemerintah berencana menetapkan produksi bijih nikel ~250 juta ton dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026, turun -34% dari target RKAB 2025 di level 379 juta ton, demi menjaga harga nikel agar tidak semakin turun.

Terbaru, Vale Indonesia (INCO) mengumumkan bahwa perseroan belum mendapatkan persetujuan RKAB 2026 per 2 Januari 2026, sehingga kegiatan operasional pertambangan di seluruh wilayah IUPK akan dihentikan sementara hingga persetujuan tersebut resmi diperoleh.

Dalam riset S&P Global yang dirilis pada 29 Desember 2025, pelaku pasar menyoroti sistem RKAB yang berkontribusi pada persepsi ‘oversupply’ nikel yang berlebihan. Menurut Industrial and Commercial Bank of China, RKAB dimanfaatkan oleh sebagian pelaku usaha untuk menimbun kuota secara spekulatif alih–alih memperbesar kapasitas produksi, sehingga menciptakan ‘paper surplus’ yang hampir tidak mencerminkan kondisi pasar fisik yang sebenarnya. Terlepas dari isu tersebut, S&P Global memperkirakan bahwa Indonesia akan semakin meningkatkan pangsa pasarnya dari 59,9% pada 2025 menjadi 74,1% pada 2035. Pada periode tersebut, S&P Global memperkirakan harga nikel berjangka untuk kontrak 3 bulan di London Metal Exchange diproyeksi mencapai US$17.600/ton.

🔑 Key Takeaway

Kami menilai bahwa keberlanjutan kenaikan harga nikel sangat bergantung pada keputusan RKAB 2026, khususnya terkait jumlah kuota dan timing pengumumannya. Tanpa persetujuan RKAB, emiten tambang berpotensi menghentikan sementara kegiatan operasional, sehingga produksi dan penjualan pada 2026 tertahan. Dalam kondisi tersebut, reli harga nikel berisiko tidak sepenuhnya terkonversi menjadi peningkatan pendapatan maupun laba bersih. Di sisi lain, pelaku pasar masih mencermati tingginya stok nikel London Metal Exchange yang mencapai >250 ribu ton per 31 Desember 2025 (vs. rata–rata 2025: ~212 ribu ton; awal 2025: ~160 ribu ton), yang berpotensi membatasi kenaikan harga.

Menyusul kenaikan lanjutan harga nikel, sejumlah emiten nikel menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (2/1), dengan $NICL +13,99%, $MBMA +8,77%, $DKFT +6,90%, NCKL +3,56%, dan INCO +2,42%.

Stockbit Snips 2 Januari 2026
https://cutt.ly/ZtgEmIM3

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy