$DSSA Q1 2026 - MERGER - HARAPAN DSSA
Pada Q1, ketika permintaan batubara melemah secara musiman, DSSA tidak realistis mengharapkan dorongan kinerja dari sektor energi. Dalam kondisi ini, bisnis non-batubara DSSA yang paling relevan adalah eksposur pada saham $MORA karena sekitar 60% pendapatan DSSA masih berasal dari batubara, maka kinerja perusahaan di Q1 sangat dipengaruhi oleh siklus komoditas yang cenderung melemah secara musiman. Dalam kondisi ini, DSSA tidak realistis mengandalkan sektor energi sebagai pendorong pertumbuhan jangka pendek.
Secara fundamental, kontribusi MORA di Q1 bersifat penahan tekanan, bukan pengganti batubara. Bisnis telekomunikasi membantu menjaga stabilitas arus kas dan kualitas laba, namun belum cukup besar untuk mengangkat kinerja secara agresif dalam satu kuartal. Artinya, peran MORA lebih kepada menjaga fundamental tetap sehat saat batubara melemah.
Dari sisi teknikal, ekspektasi terhadap MORA berfungsi sebagai sentimen penopang harga. DSSA cenderung bertahan di support Rp100.000–Rp95.000 dan berpeluang menguji resistance Rp118.000–Rp125.000. Kenaikan paling realistis di Q1 adalah bertahap menuju Rp125.000–Rp135.000, bukan lonjakan tajam.
Kesimpulannya, di Q1 MORA berperan menjaga stabilitas dan membangun kepercayaan pasar, sementara kenaikan saham DSSA terjadi secara moderat dan menunggu validasi fundamental lanjutan pada kuartal berikutnya.
DYOR DSSA $UANG