Analisis fundamental & prospek SICO (kualitas bisnis, risiko, katalis)
● Identifikasi asumsi tersembunyi
Harga saat ini dari chart: Rp127.
- EPS yang dipakai untuk valuasi:
EPS annualised 14,79 dan/atau EPS TTM 13,73 (saya gunakan keduanya untuk sensitivitas).
BVPS: 140,25.
EBITDA TTM: Rp25B.
Net debt: 0B (praktis tidak ada net debt).
Dividen TTM: Rp6; yield 4,72%.
FCF TTM negatif: free cash flow (9B) karena capex (31B) sementara CFO 22B.
Asumsi “harga wajar” di sini = nilai wajar berbasis multiple (PE, PB, EV/EBITDA) dan uji kelayakan kas (dividen vs FCF).
●Kaji alternatif / kontra-argumen
SICO terlihat “murah” di layar, tapi ada kontra-poin penting:
FCF negatif: valuasi murah bisa menjadi “value trap” bila capex tinggi tidak menghasilkan return memadai, atau jika laba bersih belum terkonversi menjadi kas berkelanjutan.
Skala kecil & free float 26,61% → risiko likuiditas, volatility, dan price discovery yang kurang efisien.
Margin & growth yang terlihat bagus bisa bersifat cyclical / one-off (misalkan proyek, timing kontrak, atau perubahan working capital).
Kita perlu menilai: “murah karena bagus” vs “murah karena risiko”.
● Analisis fundamental dari data yang ada:
A. Snapshot valuasi (apa yang pasar “harga-kan” sekarang)
PE (Annualised) 8,59x
PE (TTM) 9,25x
P/S (TTM) 0,74x
P/B 0,91x
EV/EBITDA (TTM) 5,00x
Price/Cashflow (TTM) 5,14x
Price/FCF (TTM) -13,25x (negatif karena FCF negatif)
Interpretasi singkat: pasar memberi multiple rendah; ini biasanya terjadi karena (i) small cap/likuiditas rendah, (ii) ketidakpastian pertumbuhan, atau (iii) kualitas cashflow (FCF) belum solid.
B. Profitabilitas & efisiensi
ROA (TTM) 7,44%
ROE (TTM) 9,79%
Gross margin (Quarter) 23,29%
Operating margin (Quarter) 5,46%
Net margin (Quarter) 3,86%
Catatan kritis: gross margin cukup sehat, tapi net margin tipis (3–4% kuartalan). Artinya bisnis sensitif terhadap:
biaya operasional/overhead,
utilisasi aset,
biaya pendanaan (meski net debt 0),
volatilitas biaya input pada lini trading/operasional.
C. Neraca & solvabilitas (kekuatan defensif)
Current ratio 6,30
Quick ratio 5,01
Debt to equity 0,18
Net debt 0B
Ini profil neraca yang sangat konservatif (likuid & leverage rendah). Secara risiko kebangkrutan/tekanan bunga, SICO relatif aman.
D. Cash flow (ini titik yang wajib di-“stress test”)
Cashflow TTM yang Anda tunjukkan:
Cash from Operations (CFO): 22B
Cash from Investing: (22B)
Capex: (31B)
Free Cash Flow (FCF): (9B)
Cash from Financing: (3B)
Makna manajerialnya:
Operasi menghasilkan kas (22B) → bagus.
Namun perusahaan sedang fase investasi/capex agresif (31B) sehingga FCF negatif.
Di saat yang sama, perusahaan membayar dividen (TTM 6). Ini sah-sah saja, tetapi dividen yang sehat idealnya ditopang FCF positif atau setidaknya CFO kuat + capex yang bersifat produktif.
Pertanyaan kunci (untuk prospek): capex 31B itu membangun apa, dan kapan mulai menghasilkan tambahan EBITDA/laba?
E. Growth (angka headline vs kualitas)
Revenue (Quarter YoY) 87,80%
Revenue (YTD YoY) 62,14%
Revenue (Annual YoY) 10,99%
Net Income (Quarter YoY) 86,55%
Net Income (YTD YoY) 16,47%
Net Income (Annual YoY) 5,19%
EPS (Annual YoY) 5,19%
Interpretasi: pertumbuhan kuartalan tinggi, namun annual lebih moderat. Ini bisa berarti:
ada lonjakan musiman/proyek di kuartal tertentu, atau
base effect (pembanding tahun lalu rendah).
F. Dividen & kualitas “shareholder return”
Dividend TTM: 6
Payout ratio: 40,58%
Dividend yield: 4,72%
Dengan FCF negatif, dividen masih mungkin aman jika:
CFO tetap kuat,
capex bersifat sementara (one-off) dan akan turun setelah proyek selesai,
kas/likuiditas mencukupi.
Jika capex berlanjut bertahun-tahun, payout “nyaman” di laba belum tentu “nyaman” di kas.
● Kesimpulan logis: Prospek SICO (luas, namun terukur)
1. Thesis prospek (base case)
- SICO tampak sebagai small cap energi dengan neraca sehat yang sedang berada pada fase growth + investasi aset, sehingga multiple pasar masih rendah.
- Jika capex berubah menjadi kenaikan kapasitas/pendapatan (utilisasi kompresor, kontrak baru, atau ekspansi lini bisnis), maka rerating multiple (PE/PB/EVEBITDA) masuk akal.
2. Katalis yang masuk akal (bukan spekulasi liar)
- Konversi capex menjadi pendapatan/EBITDA (kunci utama).
- Stabilisasi margin (net margin naik sedikit saja bisa signifikan untuk EPS).
Konsistensi dividen dengan cashflow yang membaik (FCF kembali positif).
- Perbaikan likuiditas/coverage (small cap biasanya terdiskon).
Risiko material
- Margin tipis (shock biaya/penurunan utilisasi cepat menekan laba).
- Risiko eksekusi proyek (timeline, cost overrun).
- Likuiditas & volatilitas (free float 26,61%).
tag: $SICO
Do Your Own Research, hanya sharring sedikit analisa dan tesis.
Cacing-cacing, naga-naga