imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KSIX vs $HOMI vs $PWON: Beda Dunia

Kalau investor mau membandingkan HOMI, KSIX, dan PWON dengan kacamata governance, yang paling cepat kelihatan adalah siapa pengendalinya dan seberapa besar porsi publiknya. PWON dikendalikan PT Pakuwon Arthaniaga 68,68% dengan porsi masyarakat 31,30% dan UBO Alexander Tedja, jadi kontrolnya kuat tapi barang publiknya juga tebal, biasanya bikin likuiditas lebih sehat dan harga lebih susah dibikin liar. HOMI dikendalikan PT Graha Mulia Indotama 52% dengan porsi publik 24%, jadi masih jelas ini emiten yang ditentukan satu kubu, tapi ruang publiknya tidak setipis KSIX. KSIX dikendalikan PT Badra Arta keluarga Kalbe 58,84% dengan publik 15,00%, ini yang paling tipis, dan float tipis itu sering bikin grafik tampak dramatis karena supply sedikit, bukan karena fundamental tiba-tiba berubah jadi hebat. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari sisi umur dan sejarah, urutannya terasa menarik karena tidak linear. KSIX berdiri 27 Oktober 1980, mulai komersial 1985, tapi baru IPO 8 Januari 2025, artinya perusahaan tua yang baru masuk bursa, jadi investor sedang menilai transisi dari bisnis lama ke disiplin emiten publik. PWON berdiri 20 September 1982, mulai komersial Mei 1986, lalu IPO 9 Oktober 1989, jarak sekitar 7 tahun, ini ciri perusahaan yang sejak awal bertumbuh dengan mode korporasi terbuka dan ritme governance yang matang. HOMI berdiri 9 Januari 2006 dan IPO 10 September 2020, jarak sekitar 14 tahun, jadi emiten lebih muda yang masih berada di fase pembuktian siklus proyek dan ketahanan kas.

Valuasi memperjelas cara pasar memperlakukan ketiganya. PWON pada harga Rp342 punya P E sekitar 5,82x dan PBV sekitar 0,63x, artinya pasar membayar laba murah dan memberi diskon ke nilai buku, biasanya terjadi saat bisnisnya dianggap matang dan kuat tapi sentimennya sedang tidak panas. HOMI pada harga Rp640 punya PER sekitar 640x dan PBV sekitar 7,58x, artinya pasar membayar harapan dengan premi ekstrem, jadi sedikit saja eksekusi meleset, tekanan turun bisa lebih cepat dari yang investor kira. KSIX pada harga Rp440 dibanding IPO Rp452 turun sekitar 2,65%, dan karena laba 9M 2025 turun tajam, rasio P E cenderung tampak mahal kalau dipaksa dihitung dari laba yang sedang kecil, sehingga narasi KSIX biasanya bergeser ke aset dan land bank, bukan ke mesin laba yang stabil. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Bagian transaksi pihak berelasi itu biasanya jadi pembeda kualitas tata-kelola, karena di situ terlihat apakah grup menjaga jarak sehat atau terlalu banyak tarik-menarik internal. Di PWON, tidak ada penjualan ke pihak berelasi yang disebut, dan yang menonjol adalah kompensasi manajemen kunci Rp56,5 miliar, wajar untuk organisasi besar, tapi tetap harus dipantau karena biaya manajemen adalah biaya yang selalu ada. Di HOMI, pihak berelasi terasa lebih personal, ada jaminan pribadi dari Tan Ping sebagai komisaris dan Velliana Tanaya sebagai direktur untuk utang perusahaan, lalu imbalan manajemen kunci Rp812,5 juta yang sekitar 37,4% dari total beban gaji, ini khas emiten kecil karena struktur biaya orang kunci terlihat sangat dominan. Di KSIX, pihak berelasi muncul dalam bentuk sewa kantor dari entitas asosiasi PT Nusalanggeng Prabujaya dan struktur jaminan yang melibatkan deposito pihak berelasi PT Panca Muara Jaya untuk fasilitas bank, ini bukan otomatis buruk, tapi investor wajib melihat apakah transaksinya wajar, transparan, dan tidak jadi pintu belakang memindahkan risiko.

Sekarang soal sengketa, ini yang sering jadi pemicu diskon valuasi karena tidak bisa dimodelkan timing-nya. KSIX punya sengketa lahan signifikan 115.084 m2 di Bogor melawan ahli waris H. Asmara, sempat menang di tingkat Peninjauan Kembali, tapi muncul gugatan baru April 2025 dan masih proses, jadi risiko hukum belum selesai. HOMI tidak disebut punya sengketa material, tapi ada risiko kepatuhan pajak berupa cicilan utang pajak hasil pemeriksaan SP2DK 2021 sekitar Rp3,2 miliar, ini bukan sengketa lahan, tapi tetap sinyal ada beban yang menggerus kas. PWON tidak disebut punya sengketa material dalam ringkasan yang investor pakai, risiko utamanya lebih ke kurs karena utang obligasi USD, jadi risikonya bukan perkara pengadilan, melainkan fluktuasi Rupiah terhadap beban utang.

PWON adalah emiten matang dengan pengendali kuat, float publik besar, valuasi yang justru terlihat murah, transaksi pihak berelasi relatif bersih di sisi penjualan, dan risiko sengketa tidak menonjol. HOMI adalah emiten muda dengan kontrol jelas, valuasi sangat premium, relasi internal lebih terasa lewat jaminan pribadi dan porsi kompensasi manajemen kunci yang besar, plus ada beban pajak yang perlu dipantau. KSIX adalah perusahaan tua yang baru IPO dengan float paling tipis, valuasinya mudah jadi bahan debat karena laba sedang turun, transaksi pihak berelasi nyata di sewa dan dukungan pendanaan, dan faktor pembeda paling sensitif adalah sengketa lahan yang belum benar-benar selesai.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy