Catatan pribadi Pelajaran Terbesar sepanjang 2025 sebagai swing trader pemula:
1. Jangan Takut Cut Loss
Secara psikologis, cut loss itu memang ngeri.
Lihat angka merah, nominal uang “hilang”, ego ketampar.. wajar.. itu manusiawi.
Tapi realitanya begini:
Bertahan di posisi yang salah = kehilangan peluang yang jauh lebih besar.
Kita mungkin:
• Kehilangan 5–8% karena cut loss
Tapi sebagai gantinya:
• Kita membuka peluang 10–15% di tempat lain yang lebih sehat
Dalam bahasa bisnis:
Opportunity cost jauh lebih berbahaya daripada realized loss.
Setelah saya baca baca banyak tulisan ternyata steatment ini juga ditulis oleh Howard Marks – The Most Important Thing:
“You can’t avoid losses, but you can avoid ruin.”
2. Stop Loss Itu Bukan Opsional melainkan SOP
Stop loss bukan tanda kalah, tapi tanda disiplin.
• Stop loss harus sesuai trading plan
• Dan durasi holding juga bagian dari risk management, bukan cuma harga.
Rule pribadi saya :
Saham nggak bergerak dalam 2 minggu → jual
• Walaupun belum kena stop loss
• Kecuali:
• Ada analisa pendukung yang valid
• Maka waktu ditambah 3–5 hari
Ini penting, karena:
Modal diam = modal mati.
Market itu kompetitif. Uang yang nganggur terlalu lama = kalah secara strategis. Strategi ini juga saya ambil dari tulisan Mark Douglas – Trading in the Zone
Time-based exit = cara menghindari emotional attachment
3. Trading Harus Diposisikan Sebagai Game Angka
Trading itu game probabilitas, bukan drama perasaan.
Dalam game:
• Kita nggak mungkin perfect
• Pasti kena tembak
• Pasti kena damage
• Tapi tujuannya survive dan menang di akhir, bukan flawless run
Maka:
• Kena cut loss → normal
• Take profit → jangan menyesal walau harga lanjut naik
• Loss ≠ bodoh
• Profit ≠ jenius
Semua cuma hasil dari eksekusi sistem.
Gagasan ini ternyata juga sudah dipertegas oleh Nassim Taleb – Fooled by Randomness
Outcome ≠ kualitas keputusan
Cut loss itu bukan musuh.
Dia biaya operasional untuk tetap relevan di market.
$IHSG
