imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Mengingat momen krisis 2008

Krisis pasar saham 2008 itu ibarat "Badai Sempurna" (The Perfect Storm). Bayangkan kamu sedang naik kapal yang tenang, tiba-tiba ada tsunami dari benua sebelah yang menghantam tanpa ampun.

Berikut adalah rangkuman singkat kenapa tahun itu menjadi "horor" bagi investor Indonesia:

1. Masalahnya Impor (The US Infection)
Semua bermula dari Amerika Serikat. Krisis Subprime Mortgage (kredit perumahan macet) membuat bank-bank raksasa di sana tumbang, termasuk Lehman Brothers. Karena ekonomi dunia saling terhubung, kepanikan ini menular ke seluruh dunia, termasuk Jakarta.

2. IHSG "Terjun Bebas" Tanpa Parasut
Tahun 2008 adalah salah satu periode paling merah dalam sejarah Bursa Efek Indonesia (BEI).

Puncak ke Dasar: IHSG sempat menyentuh angka 2.800-an, lalu terjun hingga ke level 1.100-an.

Penurunan Drastis: Dalam satu tahun, pasar saham kita kehilangan nilai sekitar 50%. Bayangkan uang Rp10 juta milik investor tiba-tiba tinggal Rp5 juta dalam sekejap.

3. Bursa Sempat "Libur Dipaksa"
Saking kacaunya, pada Oktober 2008, otoritas bursa terpaksa menghentikan perdagangan (suspensi) selama beberapa hari. Alasannya? Untuk mencegah aksi jual panik (panic selling) yang membabi buta. Ini adalah momen langka di mana pasar saham "dimatikan" sementara agar investor bisa tarik napas dan tenang.

4. Komoditas Ikut "Tumbang"
Indonesia sangat bergantung pada harga batu bara dan sawit. Saat itu, harga komoditas dunia hancur lebur karena permintaan global menyusut. Saham-saham "raksasa" seperti grup Bakrie yang saat itu merajai bursa pun ikut rontok, menambah beban berat pada indeks kita.

Plot Twist: Meskipun terasa seperti kiamat finansial, mereka yang berani bertahan dan membeli di harga bawah saat 2008 justru menjadi orang-orang yang sangat kaya beberapa tahun kemudian ketika ekonomi pulih (rebound).

Apa yang anda pelajari dari kisah ini??

Berita $AKRA https://cutt.ly/Mtgc6DaT
$UNVR

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy