$BBRI $BBNI $GIAA
Banyak yang khawatir BBRI kolaborasi sama Barcelona itu cuma "bakar duit" gak jelas. Wajar sih skeptis, apalagi kondisi makro lagi menantang. Tapi coba kita bedah logikanya jangan sama kan kolaborasi ini dengan insiden masa lalu:
1. Efisiensi Marketing: Buat bank segede BRI, biaya akuisisi nasabah (CAC) itu mahal. Daripada sebar baliho di tiap tikungan yang belum tentu dikerling anak muda, mending masuk ke komunitas fans bola (ada 29 juta orang fans Barca di Indo). Ini target market yang sangat spesifik dan loyal.
2. CASA Game: Fokusnya bukan cuma gaya-gayaan, tapi narik Dana Murah (CASA) lewat kartu debit edisi khusus. Kalau dana murah naik, Cost of Fund turun, ujung-ujungnya NIM makin tebal.
3. Porsi Biaya: Kontrak ini cuma sampai akhir 2027. Secara hitung-hitungan, biaya sponsor klub global begini biasanya nggak sampai 1% dari total laba bersih BRI. Jadi, risiko ke deviden hampir nggak berasa, tapi upside ke branding BRImo buat jangka panjang itu gede.
Bukannya mau pom-pom, tapi manajemen BBRI biasanya cukup kalkulatif kalau soal alokasi modal. Strategi ini bukan buat tahun ini doang, tapi buat ngamanin dominasi di segmen digital 5-10 tahun ke depan.
Disclaimer: Bukan ajakan beli/jual. Do your own research.
1/2

