imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Hubungan $AMMS dan $KIOS

Request member External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345

KIOS dan AMMS terlihat seperti dua dunia yang tidak nyambung, tapi investor yang fokus ke orangnya justru melihat satu garis yang rapi. KIOS adalah panggung digital e-commerce yang akhirnya berubah jadi cerita perebutan kontrol, sementara AMMS muncul sebagai kendaraan baru yang ditempeli narasi fintech dan aset digital. Di bursa, koneksi manusia sering lebih menentukan daripada koneksi korporasi, karena manusia yang sama bisa memindahkan jaringan, modal, talenta, dan arah strategi dari satu cerita ke cerita lain. Itu yang membuat hubungan KIOS dan AMMS terasa erat, bukan karena ada kepemilikan silang yang otomatis, tapi karena ada kesinambungan aktor dan kesinambungan storyline.

KIOS dimulai 2015 oleh Roby Tan dan Viperi Limiardi, lalu IPO 2017 membuat kepemilikan pendiri terdilusi sampai sekitar 77% gabungan dan publik 23%. Setelah itu, 2017 sampai 2018, PT Artav Mobile Indonesia mengakumulasi sampai 53,89% dan praktis mengendalikan arah KIOS. Efeknya terlihat di ujung cerita, Roby Tan tinggal minoritas 4,26%, lalu harga saham KIOS ambruk dari Rp1.600 ke Rp52 atau turun 97%. Ketika penurunan harga sedalam ini terjadi, investor berhenti membahas mimpi platform dan mulai membahas satu hal yang lebih menentukan, siapa yang memegang kendali dan apa motifnya. Barulah beberapa bulan terakhir KIOS terbang lagi dari 50 ke 200. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Di titik inilah koneksi manusia menjadi jembatan ke AMMS. Ringkasan yang investor berikan menempatkan Brian Limiardi sebagai figur yang bergerak di lapis blockchain dan fintech lewat Copra Labs, bersama Dimitri Sastropranoto sebagai CTO. Ekosistemnya disebut mendapat dukungan East Ventures dengan assets under management (AUM) US$1,5B, serta arah produk yang dekat ke decentralized finance (DeFi) dan infrastruktur kripto. Lalu muncul langkah penting yang mengunci asosiasi pasar, Brian Limiardi disebut terlibat dalam akuisisi AMMS pada Desember 2025 bersama David Viratama Batubara. Buat investor, perpindahan dari operator atau builder ke posisi pengendali emiten publik adalah sinyal kuat, karena itu berarti ada ruang mengubah arah bisnis, bukan sekadar memberi nasihat dari pinggir lapangan.

Sementara itu, ringkasan juga menunjukkan kubu yang berseberangan di sekitar KIOS. Di belakang kendali KIOS ada jalur Artav yang dikaitkan dengan Tan Heng Lok, lalu dibumbui risiko yang disebut berat, investigasi KPK, permintaan pencekalan, gugatan perbuatan melawan hukum, estimasi kerugian negara Rp180B, serta kepemilikan 34,48% di SBAT yang disebut bangkrut pada September 2025. Kombinasi kontrol, sengketa, dan risiko reputasi membuat KIOS bukan lagi sekadar emiten teknologi, tapi medan konflik. Karena itu, ketika ada figur lain yang punya narasi lebih bersih dan lebih modern masuk ke emiten lain seperti AMMS, pasar cenderung mengikat dua cerita ini lewat kontras, KIOS sebagai kisah kontrol yang memakan perusahaan, AMMS sebagai peluang memulai ulang lewat kendali baru. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Lapisan tambahan yang memperjelas jaringan adalah Roby Tan dan MKNT. Di ringkasan, MKNT disebut distributor tradisional yang stabil, revenue Rp1+ triliun, harga saham Rp200 sampai Rp250 dengan penurunan sekitar 30%, lalu Roby resign Juni 2023 dan muncul litigasi melawan Artav. Ini menegaskan bahwa drama di KIOS bukan drama kecil, karena melibatkan kepentingan distribusi yang nyata dan konflik antar aktor yang punya aset di dunia offline. Ketika konflik sudah menyentuh bisnis tradisional yang menghasilkan uang, maka peta relasi manusia makin penting dibanding bagan struktur perusahaan.

Jadi hubungan KIOS dan AMMS yang paling kuat adalah rantai manusia dan rantai cerita. KIOS memberi pelajaran bahwa IPO dilution dan akumulasi pemegang besar bisa mengubah perusahaan jadi alat kontrol, lalu berujung litigasi dan kerusakan nilai. AMMS, lewat akuisisi yang dikaitkan dengan figur dari ekosistem fintech, menjadi panggung baru yang membuat investor melihat potensi pivot, baik itu menuju investasi aset digital maupun model bisnis yang lebih dekat ke layanan keuangan. Investor yang peka akan membaca ini sebagai satu ekosistem yang saling menyambung lewat orang, jaringan, dan insentif, bukan lewat kepemilikan silang yang tercetak rapi di laporan. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

๐Ÿช KIOS
๐Ÿ—“๏ธ 2015 Roby Tan dan Viperi Limiardi.
๐Ÿ“ฃ 2017 IPO, pendiri 77%, publik 23%.
๐Ÿงฒ Artav 53,89%, kendali pindah.
๐Ÿงฉ Roby 4,26% minoritas.
๐Ÿ“‰ Rp1.600 ke Rp52, turun 97%.
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

๐ŸŒ Jembatan ke AMMS
๐Ÿš€ Brian Limiardi, ekosistem fintech blockchain.
๐Ÿงพ Desember 2025, Brian dan David Viratama Batubara akuisisi AMMS.
๐Ÿ”‘ Dari builder ke pengendali, ruang pivot besar.

โš–๏ธ Lingkar risiko KIOS
๐Ÿข Artav dikaitkan Tan Heng Lok.
๐Ÿ’ธ Rp180B, SBAT 34,48% bangkrut September 2025.

๐Ÿšš MKNT
๐Ÿ—๏ธ Revenue Rp1+ triliun.
๐Ÿ“Œ Roby resign Juni 2023, litigasi lawan Artav.
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$YELO

Read more...

1/3

testestes
2013-2026 Stockbit ยทAboutยทContactHelpยทHouse RulesยทTermsยทPrivacy