Duel Bisnis Travel: $BAYU vs $HAJJ vs $PANR vs PDES vs PGJO vs SONA
Request member External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
BAYU adalah salah satu perusahaan travel di Indonesia. Masalahnya, bisnis travel itu sering kelihatan gagah di revenue, tapi gampang hancur di kas karena margin tiket tipis dan timing pembayaran bisa bikin jungkir-balik. Per 30 September 2025, PT Bayu Buana Tbk (BAYU) masih bisa cetak laba bersih Rp78,89 miliar, tapi arus kas operasi Cash Flow from Operations (CFO) justru minus Rp65,59 miliar. Setelah belanja tmodal Capital Expenditure (Capex) Rp18,26 miliar, arus kas bebas Free Cash Flow (FCF) BAYU jadi minus Rp83,85 miliar, ini sinyal yang tidak enak. Di saat yang sama, PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) bisa selaras, laba bersih Rp93,38 miliar dan CFO Rp90,36 miliar. PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) malah beda kelas, CFO Rp137,82 miliar dan margin kotor Gross Profit Margin (GPM) 55,11%. PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES) kecil tapi tajam, Return on Equity (ROE) 34,17% dan Net Profit Margin (NPM) 6,51%. PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (PGJO) masih berdarah-darah, revenue Rp314,74 juta tapi rugi bersih Rp1,93 miliar, sementara PT Arsy Buana Travelindo Tbk (HAJJ) untung Rp35,50 miliar tapi CFO minus Rp60,53 miliar. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau disederhanakan, sektor wisata di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ini bukan satu jenis bisnis. BAYU, PANR, dan PDES itu mesin jasa perjalanan, jual tiket dan paket tur, mainnya volume besar dengan margin yang sering tipis. HAJJ itu travel khusus umrah dan haji, demand kuat tapi kebutuhan modal kerja bisa berat karena urusan deposit, kuota, dan booking. PGJO itu platform digital yang kalau skalanya belum jadi, biaya kantor bisa makan revenue mentah-mentah. SONA itu anomali manis karena porsi ritel dan duty free bikin margin jauh lebih tebal dibanding travel agent murni.
Fokus ke BAYU dulu. Revenue BAYU di 2025 per 30 September mencapai Rp1,96 triliun, naik tipis 0,60%, laba bersih BAYU Rp78,89 miliar, naik 2,98%. Secara margin, BAYU memang hidup di dunia margin tipis, setipis sutera, dengan GPM hanya 7,75%, Operating Profit Margin (OPM) 5,01%, NPM 4,03%. Ini nyambung dengan struktur bisnisnya, tiket itu kontributor 71,5% revenue BAYU tapi margin bisnis tiketnya hanya 4,1%, sedangkan bisnis tur marginnya 15,3% dan bisnis lain-lain margin 18,6%, dengan margin lebih enak tapi sayanganya porsinya lebih kecil. Artinya, kalau investor mau BAYU naik kelas, porsi tur dan jasa bernilai tambah harus makin dominan, karena bisnis tiket itu kerja rodi dengan volume besar, tapi komisi kecil. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Yang bikin investor perlu ekstra waspada justru kualitas kasnya. CFO BAYU masih minus Rp65,59 miliar padahal laba bersih positif, lalu FCF minus Rp83,85 miliar. Ini biasanya bukan karena bisnisnya mati, tapi karena pergeseran modal kerja, misalnya pembayaran ke pemasok lebih cepat, atau piutang dan uang muka jalan duluan, atau pola penerimaan kas berubah. Tanpa bongkar detail akun, intinya begini, laba BAYU kelihatan rapi, tapi uangnya sedang keluar lebih dulu. Untungnya, bantalan neraca BAYU masih tebal, total aset Rp896,21 miliar dan kas Rp571,58 miliar, walau turun dari Rp673,81 miliar. Total liabilitas juga turun tajam ke Rp358,63 miliar, utang berbunga BAYU relatif jinak karena tidak ada pinjaman bank, dan liabilitas sewa turun ke Rp116,18 miliar.
Coba bandingkan BAYU dengan PANR. PANR itu raja skala di grup wisata versi jasa perjalanan, revenue PANR mencapai Rp2,61 triliun dan laba bersih Rp93,38 miliar. Marginnya memang tidak setinggi SONA, dengan GPM hanya 9,87% dan NPM 3,58%, tapi PANR unggul di kualitas konversi laba ke kas, CFO Rp90,36 miliar dan FCF Rp76,92 miliar setelah Capex Rp13,44 miliar. PANR juga terlihat serius diet utang, utang bank jangka panjang turun drastis ke Rp88,60 miliar dari Rp360,47 miliar. Total aset PANR memang turun ke Rp1,90 triliun, tapi salah satu pendorongnya justru penyusutan piutang lain-lain pihak ketiga yang turun tajam, ini bisa dibaca sebagai neraca yang dibersihkan.
Lalu PDES, ini versi lebih kecil tapi lebih gesit. Revenue Rp383,03 miliar, laba bersih Rp24,92 miliar, CFO Rp22,17 miliar, FCF Rp17,44 miliar. Yang bikin PDES menarik di kertas adalah ROE 34,17% dan NPM 6,51%, artinya tiap rupiah modal pemegang saham diperas lebih efektif jadi laba. Risiko PDES ada di struktur utang bank yang masih signifikan, utang bank turun ke Rp134,55 miliar tapi tetap besar relatif terhadap ukuran aset Rp301,66 miliar. Jadi PDES bagus di efisiensi, tapi investor wajib awasi ruang napas bunga dan refinancing. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
SONA itu pembunuh sunyi di sektor ini, karena modelnya bukan tiket doang. Revenue SONA mencapai Rp678,56 miliar, laba bersih Rp59,86 miliar, CFO Rp137,82 miliar, FCF Rp117,86 miliar walau Capex Rp19,96 miliar paling tinggi. GPM 55,11% dan NPM 8,82% bikin SONA terasa seperti bisnis margin tebal, bukan bisnis komisi tipis. Konsekuensinya, SONA lebih sensitif ke traffic bandara dan kontrak konsesi, tapi secara kualitas laba dan kas, SONA yang paling meyakinkan di data ini. Kas juga naik ke Rp671,30 miliar, jadi amunisinya besar.
HAJJ itu cerita yang kelihatan enak di laba tapi licin di kas. Revenue Rp727,25 miliar, laba bersih Rp35,50 miliar, tapi CFO minus Rp60,53 miliar dan FCF minus Rp61,10 miliar. Di neraca, aset naik ke Rp666,23 miliar dan kas naik ke Rp19,75 miliar, tapi ada beban modal kerja besar berupa persediaan kamar hotel dan tiket Rp334,70 miliar. Utang berbunga HAJJ juga naik, utang bank jangka pendek Rp28,62 miliar dan utang musyarakah muncul Rp35,58 miliar bagian jangka pendek plus Rp88,94 miliar bagian jangka panjang. Jadi HAJJ lebih berisiko dari BAYU kalau bicara disiplin kas dan tren utang berbunga, walau demand umrah haji bisa jadi mesin pertumbuhan. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
PGJO jelas yang paling lemah. Revenue hanya Rp314,74 juta, rugi bersih Rp1,93 miliar, CFO minus Rp1,05 miliar, dan skala aset Rp4,86 miliar. Di kondisi begini, investor tidak sedang menilai profitabilitas, investor sedang menilai apakah bisnisnya bisa hidup dulu sampai scale-up, karena margin apa pun akan kelihatan absurd kalau revenue belum cukup menutup biaya tetap. Mungkin lagi siap-siap ganti bisnis ke bisnis lain yang lebih cuan.
Jadi, BAYU itu lebih baik atau lebih buruk? Kalau ukuran investor adalah profitabilitas bersih dan neraca konservatif, BAYU tidak jelek, laba bersih Rp78,89 miliar, ROA 11,74%, tidak punya utang bank, kas masih Rp571,58 miliar, dan liabilitas turun. Tapi kalau ukuran investor adalah kualitas laba yang langsung jadi kas, BAYU kalah dari PANR dan SONA, karena CFO dan FCF BAYU sedang negatif paling dalam di kelompok yang sama-sama sudah untung. Di posisi sekarang, BAYU bisa dibilang kelas menengah, menang di kehati-hatian utang, kalah di kualitas arus kas periode berjalan. Untuk investor, pertanyaan kuncinya sederhana, apakah BAYU bisa menggeser bauran bisnis dari tiket komisi tipis menuju tur dan jasa margin lebih tebal, sambil menormalkan kembali CFO supaya laba tidak cuma bagus di laporan tapi juga masuk ke rekening.
✅ BAYU laba bersih Rp78,89 miliar
❌ Arus Kas Operasi (CFO) minus Rp65,59 miliar
❌ Arus Kas Bebas (FCF) minus Rp83,85 miliar setelah Belanja Modal (Capex) Rp18,26 miliar
⚖️ Pembanding IHSG
🟢 PANR rapi
✅ Laba Rp93,38 miliar
✅ CFO Rp90,36 miliar
🟣 SONA mesin kas
✅ CFO Rp137,82 miliar
💎 Margin Kotor (GPM) 55,11%
🔵 PDES efisien
⚡ Return on Equity (ROE) 34,17%
💰 Net Profit Margin (NPM) 6,51%
🟠 HAJJ untung tapi licin
✅ Laba Rp35,50 miliar
❌ CFO minus Rp60,53 miliar
🔴 PGJO paling lemah
📉 Revenue Rp314,74 juta
❌ Rugi Rp1,93 miliar
Mau ganti bisnis
🏁 Putusan investor
🙂 BAYU unggul laba, kalah kualitas kas
✅ Lebih baik dari PGJO
❌ Lebih buruk dari PANR dan SONA soal kas
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/4



