$UNVR Berdasarkan data terkini hingga akhir tahun 2025, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) telah menyusun strategi jangka panjang yang mencakup tahun 2026 sebagai periode pemulihan dan penguatan momentum.
Meskipun secara historis UNVR adalah perusahaan mature (matang) yang lebih fokus pada penetrasi pasar daripada ekspansi fisik besar-besaran (seperti membangun banyak pabrik baru), berikut adalah poin-poin rencana ekspansi dan strategi bisnis mereka untuk tahun 2026:
1. Perluasan Jangkauan Pasar (Market Expansion)
Memasuki tahun 2026, manajemen UNVR menyatakan fokus mereka adalah membangun momentum pertumbuhan dengan memperluas jangkauan pasar. Ini dilakukan melalui:
Penguatan Jaringan Distribusi: Peningkatan jumlah dan kualitas toko yang menjual produk Unilever.
Transformasi Digital: Fokus besar pada e-commerce dan strategi pemasaran digital untuk menjangkau konsumen secara langsung (direct-to-consumer).
2. Inovasi dan Rebranding Produk
UNVR berencana terus merombak portofolio produknya agar tetap relevan di tahun 2026:
Fokus pada "Power Brands": Memprioritaskan investasi pada merek-merek utama (seperti Pepsodent, Royco, Sunlight) yang menyumbang mayoritas penjualan.
Premiumisasi: Ekspansi ke segmen produk yang lebih premium untuk mengejar margin keuntungan yang lebih tinggi.
3. Efisiensi dan Disiplin Modal
Ekspansi UNVR di 2026 lebih bersifat efisiensi operasional ketimbang ekspansi aset fisik yang agresif:
Alokasi Capex (Belanja Modal): Perseroan menjaga belanja modal di level sekitar 2-3% dari penjualan. Dana ini dialokasikan untuk transformasi digital, penguatan rantai pasok (supply chain), dan proyek efisiensi.
Pemisahan Bisnis Es Krim: Secara global (Unilever PLC), terdapat rencana pemisahan (demerger) unit bisnis es krim yang diperkirakan rampung pada akhir 2025/awal 2026, yang akan membuat operasional UNVR lebih ramping dan fokus pada kategori perawatan tubuh serta makanan.
4. Proyeksi Keuangan 2026
Pertumbuhan Laba: Analis memproyeksikan laba UNVR dapat tumbuh stabil sekitar 3% per tahun hingga 2026, seiring dengan pemulihan daya beli masyarakat.
Dividen: Perusahaan tetap berkomitmen menjaga rasio pembayaran dividen yang tinggi (historisnya mencapai >90% dari laba bersih) sebagai bentuk nilai tambah bagi pemegang saham di tahun 2026.
Kesimpulan:
Ekspansi UNVR di tahun 2026 bukan berupa pembukaan cabang baru secara masif, melainkan "ekspansi kualitas" melalui digitalisasi, penguatan distribusi ke pelosok, dan inovasi produk untuk merebut kembali pangsa pasar yang sempat tertekan.