Tahun 2025 menjadi tahun yang penuh pelajaran bagi perjalanan investasi saya. Portofolio saham yang saya kelola tetap mencatatkan pertumbuhan positif dengan return +11,89%, meskipun belum mampu mengalahkan IHSG yang tumbuh +22,13% dan masih berada di bawah target pribadi 15% per tahun. Tahun ini mengingatkan saya bahwa hasil akhir tidak selalu linear, dan fase underperformance adalah bagian wajar dari proses berinvestasi.
Namun ketika ditarik lebih panjang sejak saya mulai berinvestasi pada 2020, gambaran besarnya tetap menggembirakan. Secara akumulatif, portofolio telah tumbuh +152,89% dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sekitar 19,33%, secara konsisten lebih tinggi dibandingkan IHSG yang hanya tumbuh 11,55%. Bagi saya, ini menjadi validasi bahwa strategi yang dijalankan masih berada di jalur yang benar dan mampu mengungguli pasar dalam jangka menengah hingga panjang.
Lebih dari sekadar angka return, saya juga menilai keberhasilan investasi dari konsistensi dan keberlanjutan. Hal ini tercermin dari dinamika unit kelolaan sepanjang tahun. Di pertengahan 2025, unit kelolaan sempat turun tajam dari sekitar 429 ribu menjadi 238 ribu, seiring penggunaan sebagian dana untuk kebutuhan lain di luar investasi. Meski demikian, komitmen untuk tetap berinvestasi secara disiplin membuat unit kelolaan perlahan pulih, dan hingga akhir tahun kembali meningkat menjadi sekitar 259 ribu unit. Bagi saya, ini bukan hanya soal hasil, tetapi tentang bertahan, beradaptasi, dan terus menumbuhkan portofolio dari waktu ke waktu.
$ELIT $BAYU $INKP
1/3


