"Sekarang mending ada konglo, kalau nggak ada konglo, $IHSG sudah hancur."
Masbro, kalau orang Amerika (ketar-ketir) bilang masih mending ada TSLA dan PLTR, kalau nggak ada TSLA dan PLTR, $SP500 sudah hancur, itu wajar. Karena large majority berkontribusi otomatis 401k dan IRA alias BPJS TK Amerika (ketar-ketir) itu ke S&P 500
Sekarang kalau di Indonesia, coba:
1. Apakah ada ETF yang cukup luas mencakup IHSG?
2. ETF yang cakupannya terluas di Indonesia saat ini adalah $ISSI, tapi sama sekali tidak likuid dan spread-nya nggak waras. Yang invest cuma yang idealis dan nggak tahu atau nggak peduli pentingnya likuiditas dan spread yang waras, salah satunya saya waktu awal-awal masuk bursa saham 馃ぃ
3. Yang pecinta MSCI, coba cung siapa yang invest dengan bobot besar di EIDO (ETF MSCI Indonesia)? Kalau ada, saya respect karena berarti Anda komit sama prinsip Anda sendiri
Naik-turunnya indeks itu HANYA ngaruh buat investor yang emang invest di ETF atau RD saham/indeks yang underlying-nya adalah indeks tersebut, dan sebenarnya IHSG bukan salah satunya
IHSG adalah cerminan saham-saham di dalamnya, tapi IHSG naik nggak menjamin semua saham di dalamnya naik, dan IHSG turun belum tentu semua saham di dalamnya turun. Ketika IHSG sudah dimanipulasi, maka fungsi dia sebagai indikator itu sendiri udah nggak berfungsi juga, jadi tinggal sebagai hiasan aksesoris saja
Indikator yang bermakna, saat ini, hanyalah indeks-indeks utama yang ada RD saham/indeks yang menggunakannya sebagai underlying tracking, dan yang memiliki ETF yang cukup likuid dengan spread yang cukup waras untuk memastikan bahwa tracking error-nya kecil
"Sekarang mending ada konglo, kalau nggak ada konglo, IHSG sudah hancur," ini sama seperti proyek-proyek mercusuar negara-negara pra-berkembang di blok timur di awal era perang dingin. Saling utang sama Soviet buat bangun gelanggang olahraga, monumen, dll., sampai lupa bahwa negara butuh ekosistem ekonomi yang kondusif supaya rakyatnya bisa makan. Akhirnya setelah hegemoni blok timur berakhir, yang tersisa hanyalah krisis dan kehancuran yang harus dicebokin generasi-generasi berikutnya
Sampai hari ini masih ada hotel megah mercusuar, yang padahal occupancy-nya kosong, listrik pun nggak nyala
