Indonesia Bukan Lagi Negara "Tukang Gali".
Dulu, investor asing datang bawa sekop.
Ngeruk tanah, bawa pulang, kita dapat ampas.
Tapi lihat data 2025 ini.
Peta permainan sudah berubah total.
Transformasi Struktural itu Nyata.
Tahun 2018, uang asing ke pabrik (sektor sekunder) cuma 35%.
Sembilan bulan pertama 2025? Tembus 59,6%.
Dominan banget.
Uang pintar (Smart Money) nggak lagi cari barang mentah.
Mereka bangun pabrik Logam, Kimia, sampai Elektronik.
Hilirisasi bukan cuma slogan kampanye.
Tapi legacy yang mulai panen hasil.
Gimana kabar FDI 2025?
Agak "tarik napas" (normalisasi) dibanding tahun lalu.
Wajar, nggak bisa sprint terus.
Singapura & China agak ngerem dikit.
Tapi Hong Kong & Malaysia masih setia.
Sektor Mana yang Seksi? Mining murni? So yesterday.
Puncaknya udah lewat di 2024.
Sekarang eranya industri pengolahan.
Logam dasar masih jadi raja.
Kimia & Farmasi mulai dilirik (diversifikasi).
Apa artinya buat kita? Ekonomi kita lagi "naik kelas".
Dari jualan tanah air (harfiah).
Jadi jualan produk bernilai tambah.
Kalau fundamental negara berubah dari ekstraktif ke industri...
Valuasi pasar sahamnya juga harusnya re-rating sih hehe.
Jangan cuma pantau harga komoditas.
Pantau siapa yang mengolah komoditas itu.
$SSIA $DMAS $INKP
Sumber Gambar: BRIDS_Economic_&_Fixed_Income_Research
____
Follow & Like biar yang lain bisa dapat manfaat juga ^^
Cek link bio untuk join VIP Membership Saham Bagger.
Kamu bisa dapetin akses analisa saham mingguan, dashboard data 800+ saham, Watchlist Momentum investing terbaik saat ini: https://cutt.ly/EetQOBGO
Kalo mau ebook gratis, klik link nya diatas, join newsletter analisa saham bareng ribuan subscriber lain☝🏻
___
Stockbit External Community
Saya seorang Momentum Investor yang fokus di Fundamental first lalu technical analysis secara quantitative.
Mau ikutan perjalanan investasi saya?
❤️ Join External Community, masukkan kode: A39716
https://stockbit.com/community
1/2

