IHSG $JII $ISSI
🆕 Kinerja IPO 2025
Selama 2025, pasar modal Indonesia diramaikan oleh 26 emiten baru yang melantai di bursa (vs. 2024: 41 emiten), dibuka oleh 💲RATU dan ditutup oleh 💲SUPA. Januari dan Juli menjadi bulan paling aktif untuk emiten IPO, di mana masing–masing mencatatkan 8 emiten baru. Secara keseluruhan, total dana yang berhasil dihimpun dari IPO sepanjang 2025 mencapai ~Rp18,1 T. Emiten dengan perolehan dana terbesar adalah 💲EMAS sebesar ~Rp4,7 T, diikuti oleh💲SUPA sebesar ~Rp2,8 T, 💲CDIA sebesar ~Rp2,4 T, 💲CBDK sebesar ~Rp2,3 T, serta 💲YUPI sebesar ~Rp2 T. Dari total 26 emiten yang melakukan IPO pada 2025, sebanyak 17 emiten di antaranya membukukan kenaikan harga saham dan 9 emiten membukukan penurunan harga saham dari tanggal listing–nya hingga akhir tahun.
Dari sisi ukuran perusahaan, ukuran aset emiten yang IPO selama 2025 tergolong beragam. Sebanyak 14 emiten tercatat memiliki aset di bawah Rp1 T, sementara 6 emiten memiliki aset di kisaran Rp1–5 T dan 6 emiten lainnya mencatatkan aset di atas Rp5 T. Dari total 26 emiten yang listing, 20 emiten di antaranya berhasil mencatatkan auto reject atas (ARA) pada hari perdana perdagangan. 💲RLCO menjadi emiten dengan rekor ARA terpanjang, yakni 12x sejak listing, diikuti oleh 💲CDIA dengan ARA sebanyak 11x dan RATU sebanyak 10x. Di sisi lain, terdapat 2 emiten yang mencatatkan kenaikan harga namun tidak mencapai ARA saat hari perdana listing, 1 emiten bergerak flat, dan 3 emiten mengalami penurunan harga saham.
Per 30 Desember 2025, emiten dengan kenaikan harga saham terbesar adalah 💲COIN dengan pertumbuhan sebesar +3.780%, diikuti 💲RLCO sebesar +950,6%, 💲CDIA sebesar +778,9%, 💲RATU sebesar +765,5%, dan 💲FORE sebesar +187,2%. Sementara itu, emiten dengan penurunan harga saham terdalam sejak listing adalah 💲BBRC sebesar -48,1%, 💲KAQI sebesar -40,7%, 💲DKHH sebesar -38,6%, 💲YUPI sebesar -32,6%, dan 💲PJHB sebesar -24,9%.
https://snips.stockbit.com/snips-terbaru/-2025-corporate-recap-conglomerates-saved-the-year-again?source=research
