$IHSG $JII $ISSI
🤝 Aksi Korporasi Sepanjang 2025
2Q25
💭 April
💲WIFI: Berencana menggelar rights issue hingga ~2,95 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp2.000/lembar dan efek dilusi hingga 55,56% untuk membangun jaringan fiber–to–the–home (FTTH) bagi 4 juta homepass di Pulau Jawa.
MSCI mengumumkan bahwa 💲BREN, 💲CUAN, dan 💲PTRO tetap tidak akan dimasukkan ke dalam daftar inklusi pada review indeks bulan Mei 2025. MSCI juga mengkaji penambahan peraturan di mana saham–saham di BEI yang dalam 12 bulan terakhir pernah masuk dalam pengumuman unusual market activity dan/atau papan pemantauan akibat pergerakan harga yang tidak biasa untuk tidak dipertimbangkan masuk ke dalam MSCI Global Investable Market Indexes.
💲LPCK: Menggelar rights issue hingga ~3 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp500/lembar dan efek dilusi hingga 52,61% untuk membiayai konstruksi proyek properti. Perseroan telah melaksanakan rights issue pada April 2025.
💲PIPA: PT Morris Capital Indonesia berencana mengakuisisi 57,37% saham PIPA dari pengendali dan pemegang saham mayoritas. Transaksi ini rampung pada Juni 2025 dan perseroan berencana ekspansi bisnis pada sektor minyak dan gas.
💲BDMN: Merencanakan merger antara anak usahanya, 💲ADMF, dengan 💲MFIN. Merger ini efektif pada Oktober 2025 dan ADMF menjadi surviving entity.
💭 Mei
💲GGRM: menyuntikkan modal senilai Rp1,5 T kepada anak usahanya, PT Surya Sapta Agung Tol, untuk mendukung kelanjutan proses pembangunan proyek jalan tol Kediri–Tulungagung
💲CUAN: Berencana melakukan stock split dengan rasio 1:10. Perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan negosiasi pada 10 Juli 2025.
💲ENRG: Menandatangani perjanjian pembelian 25% hak partisipasi di Blok Kangean dari Japan Petroleum Exploration Co. Ltd. (Japex) dan menandatangani perjanjian penjualan 50% hak partisipasi di Blok Gebang kepada Japex. Transaksi ini rampung pada November 2025.
💭 Juni
💲BUMI: Pemegang saham menyetujui rencana kuasi reorganisasi.
💲TPIA: Menandatangani nota kesepahaman senilai US$800 juta dengan BPI Danantara dan Indonesia Investment Authority, di mana kedua sovereign wealth fund tersebut menjajaki kemungkinan untuk masuk sebagai investor baru dalam proyek pabrik klor–alkali dan etilen diklorida.
💲BUMI: Berencana menerbitkan obligasi hingga Rp350 M untuk mendanai akuisisi Wolfram Limited, perusahaan tambang tembaga dan emas di Australia, senilai ~Rp699 M.
💲GIAA: Mendapatkan shareholder loan ~Rp6,65 T dari Danantara. Dalam perkembangannya, shareholder loan tersebut menjadi bagian dari private placement GIAA sebesar Rp23,7 T pada November 2025.
💲HEAL: PT Dwimuria Investama Andalan — perusahaan milik Hartono bersaudara — mengakuisisi ~559,2 juta saham treasuri perseroan dengan harga Rp1.875/lembar.
💲MEDC: Menandatangani kesepakatan untuk mengakuisisi Fortuna International (Barbados), Inc selaku pemegang hak kepemilikan tidak langsung sebesar 24% di PSC Corridor senilai US$425 juta. Transaksi ini rampung pada Desember 2025
💲AADI: Menjual ~3,68% kepemilikan saham di 💲CITA kepada anak usaha 💲ADMR, PT Alamtri Indo Aluminium, senilai ~Rp572,8 M.
💲NCKL: Membeli 20% saham PT Obi Nickel Cobalt dari pengendali perseroan, PT Harita Jayaraya, senilai Rp4,2 T.
https://snips.stockbit.com/snips-terbaru/-2025-corporate-recap-conglomerates-saved-the-year-again?source=research
