$WEGE Berdasarkan data terkini hingga akhir 2025, emiten WEGE (PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk) telah menyusun beberapa strategi utama dan rencana ekspansi untuk menyongsong tahun 2026. Alih-alih ekspansi aset fisik besar-besaran, fokus utama WEGE adalah transformasi model bisnis dan penyehatan struktur keuangan.
Berikut adalah rincian rencana bisnis WEGE di tahun 2026:
1. Transformasi Menjadi "Integrator"
Ini adalah strategi ekspansi model bisnis yang paling menonjol. WEGE tidak lagi hanya mengandalkan tender konvensional, tetapi bertransformasi menjadi integrator proyek.
Kolaborasi Strategis: WEGE akan menggandeng mitra investor untuk menciptakan proyek baru dari awal, bukan sekadar menunggu undangan tender.
Fokus Sektor: Mereka membidik kerja sama dengan universitas dan sektor swasta melalui pola Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
2. Target Kontrak Baru yang Agresif
WEGE mematok target pertumbuhan kontrak yang cukup signifikan di tahun 2026 sebagai tanda optimisme pemulihan bisnis:
Nilai Target: Membidik kontrak baru sebesar Rp3 triliun pada 2026 (meningkat dari target tahun-tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp1,9 triliun).
Pemberi Kerja: Fokus utama tetap pada proyek APBN (Pemerintah), diikuti oleh klaster BUMN, dan porsi swasta (sekitar 5-10%).
3. Divestasi Aset (Pelepasan Aset Non-Produktif)
Berbeda dengan ekspansi pembelian lahan, WEGE justru berencana melakukan ekspansi likuiditas dengan menjual aset:
Nilai Divestasi: Ditargetkan mencapai Rp100 miliar pada tahun 2026.
Aset yang Dijual: Berupa persediaan tanah dan unit apartemen yang pengerjaannya sudah selesai namun belum terjual. Tujuannya adalah memperkuat arus kas (cash flow) agar lebih lincah dalam mengambil proyek-proyek besar.
4. Proyek Strategis & Inovasi
IKN (Ibu Kota Nusantara): WEGE tetap mengandalkan proyek di IKN sebagai penopang utama portofolio mereka hingga 2026, terutama untuk gedung legislatif dan yudikatif.
Konstruksi Modular: Terus mendorong bisnis modular (bangunan prefabrikasi) yang lebih cepat dan ramah lingkungan sebagai keunggulan kompetitif mereka dibanding kontraktor gedung lainnya.
Pembangunan Sekolah Rakyat: Keterlibatan dalam program pemerintah untuk membangun ratusan unit sekolah di berbagai wilayah.
5. Rencana Merger BUMN Karya
Satu poin penting yang akan mempengaruhi operasional WEGE adalah rencana merger induk usaha (WIKA Group) yang diproyeksikan rampung pada akhir 2026. Proses ini diharapkan membuat struktur perusahaan lebih efisien dan memperkuat daya saing dalam skala nasional.
Kesimpulan untuk Investor:
Tahun 2026 bagi WEGE adalah tahun "pertumbuhan kembali" setelah fase efisiensi di 2024-2025. Strategi utama mereka bukan lagi menumpuk aset properti, melainkan memperkuat posisi sebagai kontraktor spesialis gedung dengan teknologi modular dan model bisnis integrator yang lebih rendah risiko modal.