$WINE emiten saham dengan kode WINE (PT Hatten Bali Tbk) memiliki rencana ekspansi yang cukup agresif untuk tahun 2026. Setelah fokus pada penguatan brand awareness dan edukasi pasar sepanjang tahun 2025, perusahaan bersiap untuk "tancap gas" di tahun 2026.
Berikut adalah poin-poin utama rencana ekspansi bisnis WINE untuk tahun 2026:
1. Penetrasi Pasar Nasional (Luar Bali)
Saat ini, sekitar 85% penjualan WINE masih terpusat di Bali. Untuk tahun 2026, manajemen menargetkan pertumbuhan signifikan di luar Pulau Dewata dengan menyasar kota-kota besar seperti:
Jakarta
Surabaya
Kota-kota besar lainnya
Fokus utama ekspansi ini akan mengandalkan dua merek unggulan mereka, yaitu Dragonfly dan Two Islands, yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan kuat di pasar nasional.
2. Peluncuran Produk & Brand Baru
WINE berencana memperkenalkan inovasi produk untuk mengikuti tren pasar yang lebih berkelanjutan (sustainable) dan praktis:
Peluncuran Brand Baru: Produk seperti Avara dan Echo Organic dijadwalkan untuk memperkuat portofolio perusahaan.
Inovasi Kemasan: Pengembangan kemasan yang lebih praktis dan varian rasa baru.
3. Pengembangan Infrastruktur & Distribusi
Untuk mendukung volume penjualan yang lebih besar, perusahaan menyiapkan investasi pada:
Produksi & Gudang: Pengadaan mesin pendukung produksi dan pemeliharaan fasilitas gudang.
Logistik: Penambahan armada distribusi untuk mempercepat jangkauan ke kanal ritel dan HORECA (Hotel, Restaurant, & Cafe).
SDM: Penambahan personel sales dan marketing yang kompeten di wilayah-wilayah prioritas ekspansi.
4. Strategi Jangka Panjang
Secara bertahap, WINE juga berkomitmen untuk terus memperluas lahan perkebunan anggur di Bali Utara guna mengamankan pasokan bahan baku serta meningkatkan kapasitas ekspor agar wine lokal Indonesia lebih dikenal di kancah internasional.
Catatan: Sebagai investor, perlu diperhatikan bahwa rencana ekspansi ini juga dibarengi dengan tantangan seperti peningkatan beban produksi dan dinamika pasar pariwisata yang menjadi motor utama penjualan mereka.